Page 555 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 555
Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja di Perusahaan. Ida menyampaikan batas waktu pembayaran
THR yaitu H-7 sebelum lebaran.
"Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
keagamaan pekerja yang bersangkutan," jelas Ida katanya saat konferensi pers Senin (124).
Dalam pelaksanaannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja yang telah
mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.
THR Keagamaan juga diberikan kepada pekerja yang mempunyai hubungan kerja dengan
pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu
tertentu.
Terkait jumlah besaran, bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus
atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.
Sementara bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi
kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja
dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.
Adapun bagi pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian yang telah mempunyai
masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima
selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.
Sedangkan bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan
dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
Selanjutnya, dalam SE juga dijelaskan bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi COVID-
19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang
ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.
Untuk itu, Ida meminta Gubernur dan Bupati atau Wali kota agar memberikan solusi dengan
mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja untuk mencapai kesepakatan yang
dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.
"Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
dengan syarat paling lambat dibayar sampai sebelum Hari Raya Keagamaan tahun 2021 pekerja
yang bersangkutan," kata Ida.
mengatakan, kesepakatan mengenai waktu pembayaran THR keagamaan tersebut harus
dipastikan tidak sampai menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan
tahun 2021 kepada pekerja dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau agar melaporkan hasil
kesepakatan kepada dinas yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang
Ketenagakerjaan setempat," katanya.
juga meminta kepada perusahaan agar dapat membuktikan ketidakmampuan untuk membayar
THR Keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan berdasarkan laporan keuangan
internal perusahaan secara transparan.
554

