Page 551 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 551

Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan
              Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja/buruh. Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk
              memenuhi kebutuhan pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan.
              Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi
              masyarakat yang mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Menaker Ida pada Virtual Konferensi
              Pers tentang THR Tahun 2021 di Jakarta, hari Senin (12/4/2021).

              Ida mengatakan pelaksanaan THR berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021
              tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang
              Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Adapun dalam pelaksanannya, pembayaran THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih. THR Keagamaan
              juga  diberikan  kepada  pekerja/buruh  yang  mempunyai  hubungan  kerja  dengan  pengusaha
              berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah. Sementara bagi
              pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus, tetapi kurang
              dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi
              12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              Mengacu pada Permenaker No. 6 Tahun 2016, akan ada sanksi bagi perusahaan yang tidak
              membayarkan THR.

              "Pengusaha yang tidak membayar THR keagamaan dikenai sanksi administratif berupa teguran
              tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,  penghentian  sebagian  atau  seluruh  alat  produksi  dan
              pembekuan kegiatan usaha." tambah Ida.

              Sanksi-sanksi  tersebut  tidak  menghilangkan  kewajiban  perusahaan  untuk  membayar  THR.
              Perusahaan yang terlambat membayar THR akan dikenakan denda sebesar 5% dari besaran
              THR yang diterima pekerja. Dengan demikian pekerja/buruh menerima THR dan tambahan 5%
              denda administratif.

              Bagi perusahaan yang tidak mampu membayar THR kepada pekerja wajib melakukan dialog
              dengan pekerja dan hasilnya dilaporkan kepada Dinas Ketenagakerjaan setempat. Kemenaker
              memberikan kelonggaran pembayaran THR hingga satu hari sebelum hari raya.

              (zend).





















                                                           550
   546   547   548   549   550   551   552   553   554   555   556