Page 629 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 629

ATURAN THR TERBIT, PERUSAHAAN WAJIB BAHAYA H-7 LEBARAN

              JAKARTA  -  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)  Ida  Fauziyah  mengeluarkan  Surat  Edaran
              Menaker  Nomor  M/6/HK.04/IV/2021  Tentang  Pelaksanaan  Pemberian  Tunjangan  Hari  Raya
              Keagamaan  Tahun  2021  Bagi  Pekerja/Buruh  di  Perusahaan.  Pemberian  THR  bagi  pekerja
              merupakan upaya memenuhi kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam merayakan Hari Raya
              Keagamaan.

              "Berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menaker Nomor 6
              tahun 2016 tentang THR bagi pekerja di perusahaan, pemberian THR merupakan kewajiban
              yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja," ujar Ida dalam konferensi pers virtual
              di Jakarta, Senin (12/4/2021).

              Berdasarkan kedua aturan tersebut, THR dilaksanakan dengan memperhatikan beberapa hal.

              "Pertama, THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja
              satu bulan secara terus menerus atau lebih dan THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
              yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak
              tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu," jelas Ida.

              Dia pun menjelaskan terkait besaran THR yang kemudian diperoleh oleh pekerja/buruh. Bagi
              pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan
              THR sebesar 1 bulan upah. Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara
              terus menerus kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan jumlah
              masa kerja per 12 dikalikan 1 bulan upah.

              "Bagi pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, ada hitungannya tersendiri,"
              ucap Ida.

              Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah satu bulan dihitung
              berdasarkan masa kerjanya juga. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan
              atau lebih, upahnya 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan
              terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              Sementara itu, pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1
              bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.

              "THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan," pungkas
              Ida. (AZN).


























                                                           628
   624   625   626   627   628   629   630   631   632   633   634