Page 625 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 625
SUDAH BANYAK STIMULUS KE PENGUSAHA, JANGAN SAMPAI THR DICICIL!
JAKARTA - Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz berharap
Menteri Ketenagakerjaan tidak lagi mengeluarkan surat edaran tentang pemberian tunjangan
hari raya (THR) yang klausulnya menyatakan boleh dicicil atau ditunda.
"Kami sangat tolak keras hal itu karena realitas di lapangan perusahaan-perusahaan sekarang
kondisinya sudah membaik bahkan sudah banyak sekali perusahaan yang sudah normal,"
ujarnya saat melakukan aksi demonstrasi di Bundaran Patung Kuda Arjuna Wijaya tepatnya di
depan pintu Monas, Jakarta, Senin (12/4/2021).
Menurut dia, sejak awal buruh dengan tegas meminta ketentuan THR mengacu pada Undang-
Undang Ketenagakerjaan tanpa perlu mengeluarkan surat edaran.
"Kami minta pemerintah untuk segera merespon melakukan apa yang sesuai kami mau. Kami
akan lakukan terus aksi-aksi ini sepanjang pemerintah tidak merespon apa yang kami inginkan,"
tuturnya.
Sebelumnya, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan,
pemerintah sudah memberikan stimulus bahkan relaksasi pembayaran pajak kepada
perusahaan. Dia meminta agar kepentingan buruh juga tidak diabaikan oleh pengusaha.
"Stimulus sudah dikasih, relaksasi kredit sudah dikasih, beberapa keringanan kredit sudah
dikasih, bahkan pajak penjualan mobil juga sudah dikasih. Apalagi yang kurang," ujarnya
beberapa waktu lalu.
Dia mengakui banyak perusahaan di sektor tertentu yang masih mengalami masalah keuangan
selama pandemi Covid-19. Untuk itu, dia meminta agar perusahaan yang masih merugi tersebut
berunding dengan dinas ketenagakerjaan setempat dengan melampirkan laporan keuangan
selama dua tahun.
"Langkah pertama ketika duduk berunding, pengusaha harus memberikan laporan keuangan dua
tahun berturut-turut. Dari situ bisa diperiksa pemerintah apakah mampu atau tidak. Semua bisa
dinegosiasikan dengan jujur, transparan, dan akuntabel," tuturnya.
(nng).
624

