Page 622 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 622
Unjukrasa ini mengusung penolakan soal Undang-undang Cipta Kerja dan menuntut agar
Mahkamah Konstitusi menyatakan agar Undang-undang Cipta Kerja bertentangan dengan UUD
1945.
Selain itu, demonstran juga mendesak pemerintah agar bertindak tegas terhadap pengusaha,
terutama soal pembayaran tunjangan hari raya atau THR.
Perwakilan demonstrasi berorasi soal isu-isu terkait perburuhan.
Setelah berorasi, sebagian dari massa beraudiensi dengan perwakilan Pemprov Jabar di Gedung
Sate.
Meski ada unjukrasa, lalu lintas di sekitar Gedung Sate tidak ditutup.
Polri dan TNI turut berjaga mengamankan unjukrasa.
Harus dibayar Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, telah menerbitkan Surat Edaran (SE)
Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan
Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
Surat edaran tentang pelaksanaan THR ini pun ditujukan untuk para gubernur yang ada di
seluruh Indonesia.
Dilansir Kemnaker.go.id, Ida Fauziyah mengatakan pemberikan THR Keagamaan merupakan
kewajiban yang harus dilaksanakan pengusaha bagi pekerja.
Selain itu, pemberian THR ini juga akan menstimulus konsumsi masyarakat serta mendorong
pertumbuhan ekonomi.
"Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan." "Secara khusus, dalam
masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi masyarkat yang
mendorong pertumbuhan ekonomi," kata Menaker Ida pada Virtual Konferensi Pers tentang THR
Tahun 2021 di Jakarta, Senin (12/4/2021).
SE pelaksanaan THR dibuat berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang
Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan
Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.
Ida pun menegaskan, untuk THR 2021 wajib untuk dibayarkan paling lama tujuh hari sebelum
hari raya keagamaan pekerja/butuh yang bersangkutan.
"Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," tegas Ida.
Ketentuan Pembayaran THR Berikut ini adalah ketentuan pembayaran THR Keagamaan bagi
para pekerja/buruh: 1. Penerima THR THR Keagamaan akan diberikan kepada pekerja/buruh
yang sudah menjalani masa kerja satu bulan secara terus-menerus atau lebih.
Selain itu THR Keagamaan juga akan diberikan kepada pekerja/buruh yang empunyai hubungan
kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja
waktu tertentu.
2. Besaran THR Untuk besaran jumlah THR, bagi pekerja yang sudah bekerja selama 12 bulan
secara terus menerus ketentuannya adalah sebesar satu bulan upah.
621

