Page 76 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 76

Dalam surat edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6/HK.04/VI/2021 tentang Pelaksanaan
              Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Isi
              surat edaran Menaker memuat kemudahan bagi perusahaan yang masih terdampak Covid-19.

              Di mana nilai THR dan sistem pembayarannya harus dirundingkan secara bipartit dengan serikat
              pekerja dan/atau perwakilan buruh jika di perusahan tidak ada serikat pekerja.

              Dalam  perundingan  itu,  perusahaan  yang  terdampak  Covid-19  wajib  membuktikan
              ketidakmampuannya kepada buruh, dengan berdasarkan laporan keuangan internal perusahaan
              yang transparan selama dua tahun terakhir.

              Namun  demikian,  ketidakmampuan  perusahaan  tidak  boleh  menjadi  alasan  untuk  tidak
              membayar THR. Bagi pengusaha yang tidak mampu, paling lambat H-1 sebelum hari raya harus
              sudah menyelesaikan pembayaran THR.

              KSPI  juga  mendesak  Menaker  untuk  meningkatkan  peran  posko  THR-nya  dengan  pro  aktif
              melalui Dinas Tenaga Kerja di daerah memeriksa apakah pengusaha sudah membayar THR 2021
              atau belum.

              Sehingga surat edaran Menaker tersebut memiliki dampak low inforcement, tidak hanya rule of
              the game saja.

              "THR akan meningkatkan daya beli dan akhirnya meningkatkan konsumsi. Bahkan diperkirakan
              akan terjadi ekonomi perburuhan dari uang THR yang berputar, yakni Rp 230 triliun atau 10
              persen dari APBN. Sungguh besar nilainya," kata Said Iqbal.(*).














































                                                           75
   71   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81