Page 115 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 JUNI 2021
P. 115
Selama ini, PT CKS juga disebutkan telah banyak mengirimkan pekerja migran Indonesia ke luar
negeri.
Dalam kesempatan itu, Kepala Cabang PT Citra Karya Sejati Malang Maria Imelda Indrawati
Kusuma mengatakan bahwa pihaknya menampik adanya tuduhan dugaan penganiayaan yang
terjadi di BLK-LN Central Karya Semesta.
"Kami tegaskan sekali lagi, bahwa PT CKS itu mulai dari pemrosesan hingga penempatan
semuanya mengikuti aturan yang berlaku," kata Imelda.
Selain itu, pihaknya juga telah mengikuti seluruh ketentuan terkait dengan ketenagakerjaan yang
ada. Seluruh calon pekerja migran Indonesia (CPMI) di BLK-LN Central Karya Semesta, tidak ada
yang dipaksa.
"CPMI yang mendaftar juga semuanya atas kehendak sendiri tanpa ada paksaan dari pihak mana
pun. Kami tidak pernah mengancam, menipu, memaksa, mendorong, apa pun yang melanggar
tindakan hukum. Itu tidak betul," kata Imelda.
Sementara itu, seorang CPMI di BLK-LN Central Karya Semesta asal Kecamatan Sukun, Kota
Malang, bernama Rusnani membenarkan tidak ada paksaan ketika mendaftar sebagai CPMI.
Selama berada di BLK-LN Central Karya Semesta, menurut Rusnani, tidak pernah diperlakukan
tidak baik. Bahkan, segala sesuatu yang ada di balai latihan kerja tersebut telah sesuai dengan
ketentuan yang berlaku.
"Saya murni belajar di sini sesuai dengan standar untuk bahasa dan pelajaran lainnya," kata
Rusnani.
Pada hari Rabu (9/6) pukul 19.00 WIB, lima orang CPMI berusaha kabur dari Balai Latihan Kerja
Luar Negeri CKS. Mereka turun dari lantai empat gedung dengan menggunakan tali yang dibuat
dari potongan selimut.
Dilaporkan bahwa mereka yang berusaha kabur tersebut terjatuh. Tiga di antaranya mengalami
luka-luka, sementara dua lainnya selamat. Lima orang CPMI yang berusaha kabur tersebut
berjenis kelamin perempuan.
Berdasarkan catatan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), ada beberapa
dugaan pelanggaran oleh BLK-LN CKS. Pelanggaran tersebut di antaranya para calon pekerja
migran sering mendapatkan kekerasan secara verbal.
Selain itu, penggunaan telepon seluler juga dibatasi mulai pukul 17.00 sampai 22.00 WIB.
Mereka tidak mendapatkan salinan perjanjian penempatan kerja dan perjanjian kerja.
Kepolisian Resor Kota (Polresta) Malang Kota telah menaikkan status proses hukum terkait
dengan kaburnya lima orang calon pekerja migran dari penyelidikan ke tahap penyidikan.
Pihak kepolisian menyatakan pihaknya masih mendalami unsur-unsur lain dan dugaan adanya
tindak pidana lainnya dari kasus tersebut.
Pihak kepolisian menduga ada praktik tindak pidana perdagangan orang yang dilakukan pada
BLK-LN tersebut. Selain itu, juga telah dilakukan pemeriksaan terhadap 11 orang saksi terkait
dengan kasus yang menyebabkan lima orang CPMI kabur dari BLK-LN tersebut.
114

