Page 132 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 132
IDA FAUZIYAH SEBUT DAERAH KONSENTRASI INDUSTRI PADAT KARYA PERLU
TAMBAHAN VAKSIN
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebut perlu adanya tambahan
alokasi vaksin bagi daerah-daerah yang menjadi konsentrasi industri padat karya.
Dia menilai perlu penambahan alokasi 15 ribu vaksin di Provinsi Banten, Jawa Barat, Jawa
Tengah, dan Jawa Timur.
Hal tersebut disampaikan Menaker Ida Fauziyah saat meninjau PT Bio Farma (Persero) di
Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/7).
Menurutnya, dengan vaksinasi bagi para pekerja, proses produksi dan produktivitas para pekerja
juga diharapkan dapat berjalan dengan lebih aman dan nyaman.
Sehingga pada gilirannya dapat turut memicu pemulihan ekonomi nasional.
"Kami harapkan, para pekerja baik di lingkungan industri, pabrik, maupun perusahaan, akan bisa
bekerja lebih produktif serta terhindar penyebaran Covid-19," ucap Menaker Ida.
Oleh karena itu, Politikus PKB itu mengatakan pemerintah juga mendukungan percepatan
program vaksinasi Gotong Royong untuk pencapaian herd immunity di dunia usaha dan industri.
"Percepatan program vaksin gotong royong sangat diharapkan. Ini dikarenakan, masih banyak
perusahaan yang menunggu alokasi vaksin gotong royong tersebut agar segera dapat diberikan
kepada karyawan dan keluarga mereka," kata Menaker Ida.
Dalam kunjungan ini, Menaker Ida Fauziyah juga menyerahkan manfaat Jaminan Kematian
(JKM) kepada penerima manfaat dari PT Bio Farma (Persero) atas nama Novilia Sjafri Bachtiar
dan Dede Wahyu.
"Mengingat keahlian dan keterampilan yang almarhumah miliki, ini merupakan kehilangan yang
sangat besar bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bagi PT Bio Farma (Persero)," katanya.
Adapun, bantuan beasiswa bagi ahli waris kedua penerima manfaat tersebut adalah pertama,
a.n Novilia Sjafri Bachtiar, berupa JHT sebesar Rp 105.263.506, JKM Rp 42.000.000, Jaminan
Pensiun Berkala minimal Rp 356.600 per bulan, estimasi beasiswa anak kedua usia kuliah Rp
12.000.000, dan anak ketiga usia kuliah Rp 12.000.000.
Kedua, a.n Dede Wahyu, berupa JHT sebesar Rp 78.676.062, JKM Rp 42.000.00, Jaminan
Pensiun Berkala minimal Rp 356.600 per bulan, estimasi beasiswa anak pertama usia kuliah Rp
12.000.000, dan anak kedua usia SD Rp 1.500.000.
(jpnn) Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:.
131

