Page 209 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 209
MENAKER IDA TINJAU VAKSINASI KEDUA BAGI PEKERJA RITEL DI BANDUNG
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tahap
kedua bagi 2000 pekerja ritel di Kota Bandung. Vaksinasi Covid-19 ini menjadi bagian dari
langkah-langkah strategis untuk memulihkan dan memajukan industri di Kota Bandung.
"Kita harapkan melalui vaksinasi yang dilakukan secara massal, khususnya bagi pekerja, maka
imunitas di kelompok masyarakat dapat terbentuk, sehingga penularan Covid-19 dapat dicegah,"
kata Menaker Ida saat meninjau vaksinasi Covid-19 bagi pekerja retail di Bandung, hari Rabu
(14/7).
Lebih lanjut, Menaker Ida menjelaskan para pekerja retail termasuk dalam kelompok rentan
tertular Covid-19. Karena pekerjaannya mengharuskan berhubungan langsung dengan orang
banyak yaitu konsumen yang ingin berbelanja kebutuhan pokok.
"Melalui vaksinasi ini, para pekerja ritel bisa bekerja dengan nyaman dan aman dengan para
konsumen yang datang untuk berbelanja," ucapnya.
Ia menyatakan, walaupun sudah divaksinasi, para pekerja ritel harus tetap menjalankan protokol
kesehatan untuk tetap selalu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dengan air
mengalir, dan menjaga jarak.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, menyampaikan
komitmennya akan terus mendukung penuh upaya pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi
kepada pelaku industri.
"Vaksinasi yang diberikan kepada pekerja sektor ritel hari ini sangat penting dalam upaya
bersama mencapai herd immunity," kata Anggoro.
Ketua DPP Aprindo Jawa Barat, Yudi Hartanto, mengatakan bahwa melalui vaksinasi ini, para
pegawai ritel bisa bekerja dengan nyaman dan aman, termasuk dengan para konsumen yang
datang untuk berbelanja.
"Karena kita tidak tahu pembeli yang datang itu datang dari zona apa. Jadi teman-teman harus
memproteksi diri sendiri," ucapnya.
Turut Hadir dalam kesempatan ini Dirjen PHI dan Jamsos Kemnaker, Indah Anggoro Putri; Staf
Khusus Menaker, Dita Indah Sari; dan Kadisnaker Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi.
[hhw].
208

