Page 217 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 217

Kini,  ada  lagi permintaan  dari  Menteri  Koordinator  Bidang  Kemaritiman dan  Investasi,  Luhut
              Binsar Pandjaitan terkait jadwal kerja buruh untuk diatur ulang selama PPKM Darurat dari 30
              hari menjadi 15 hari.

              Hal itu pun mendapat tanggapan dari serikat buruh .

              Tanggapan datang dari Ketua umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI, Roy Jinto .

              Menurutnya, ada beberapa catatan ketika PPKM Darurat itu diperpanjang dengan perubahan
              sistem hari kerja, seperti efektivitas pelaksanaan PPKM Darurat apakah dapat menekan angka
              penyebaran Covid-19 atau justru sebaliknya.

              Kedua,  katanya,  implementasi  PPKM  Darurat  mengenai  industri  esensial  dan  kritikal  yang
              faktanya  hingga  sekarang  masih  banyak  perusahaan  di  luar  kategori  industri tersebut  masih
              operasional dengan alasan memiliki izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) dari
              Menteri Perindustrian maupun yang tidak miliki IOMKI.

              "Ketegasan pemerintah dan satgas sangat penting. Jangan ada kebijakan yang tumpang tindih
              dari pemerintah antara kebijakan PPKM Darurat dan Kementerian Perindustrian. Lalu, kebijakan
              15 hari kerja seperti wacana pemerintah sepanjang upah buruh dibayar penuh, saya kira tak ada
              masalah dan buruh pastinya bisa menerima sepanjang hak-haknya dibayar penuh," katanya saat
              dihubungi, Rabu (14/7/2021).

              Namun, lanjutnya, jika perusahaan hanya membayar yang 15 hari saja, tentunya para buruh
              akan menolak dan meminta setiap kebijakan pemerintah, buruh jangan menjadi korbannya.

              Melainkan pemerintah harus memberikan bantuan sosial secara tunai ke masyarakat dengan
              kebijakan PPKM Darurat ini lantaran berdampak pada mata pencaharian buruh .

              Hal senada dikatakan Sekjen DPP FSPMI, Sabilar Rosyad .

              Dia  mengaku  setuju  atas  wacana  pemotongan  hari  kerja  buruh  menjadi  15  hari  asalkan
              pemerintah membayarnya penuh.

              "Saya  setuju  selama  tidak  mengurangi  hak  pekerja  tetap  diberikan  penuh.  Saya  sudah
              mendengar wacana itu tapi konsepnya belum tahu. Intinya, kami akan patuhi aturan selama
              tidak mengurangi hak buruh," ujarnya.























                                                           216
   212   213   214   215   216   217   218   219   220   221   222