Page 227 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 227

Dalam salinan surat Sekber ke Jokowi yang didapatkan detikcom, para karyawan mengeluhkan
              kondisi maskapai pelat merah ini yang berada di ambang kebangkrutan.

              "Dapat kami sampaikan bahwa kondisi Flag Carrier Garuda Indonesia saat ini berada diambang
              kebangkrutan  akibat  dampak  Pandemi  COVID-19,  dimana  kondisi  ini  sangat  berpengaruh
              terhadap  kegiatan  operasional,"  bunyi  ungkapan  karyawan  Garuda  dalam  salinan  surat  ke
              Jokowi, dikutip Rabu (14/7/2021).

              Selain dampak dari COVID-19, para karyawan juga menilai ada juga dampak dari beban masa
              lalu terkait pengadaan pesawat dan mesin yang tidak sesuai aturan. Hal itu disebut dilakukan
              oleh direksi pada masa lalu dan berimbas pada kinerja Garuda sekarang.

              Para karyawan juga mengeluhkan adanya dampak dari tidak terkelolanya beberapa potensi lini
              bisnis. Misalnya, untuk captive market corporate account atau semua perjalanan dinas instansi
              pengguna APBN dan non APBN. Ada juga lini bisnis kargo dan charter pesawat.

              Para karyawan juga mengungkapkan adanya badai PHK yang terjadi di Garuda sejak tahun 2020.
              Dijelaskan dalam surat yang diberikan ke Jokowi, Garuda melakukan PHK pada 2.000 karyawan
              di tahun 2020, disebutkan juga jumlah karyawan di tahun 2019 ada 7.900 orang.

              "Saat ini di tahun 2021 sedang dalam proses PHK yang direncanakan berkurang lebih dari 1000
              karyawan," bunyi kutipan surat Sekber kepada Jokowi.

              Selain  adanya  PHK,  karyawan  yang  masih  aktif  bekerja  juga  mengalami  pemotongan  dan
              penundaan pembayaran gaji.

              Para  karyawan  pun  menuntut  beberapa  hal  ke  Jokowi.  Yang  pertama  meminta  Jokowi
              mendukung  opsi  pertama  penyelamatan  Garuda  Indonesia  dari  Kementerian  BUMN  yang
              dipaparkan direksi di DPR.

              Opsi  itu  adalah  pemerintah  terus  menyokong  penyelamatan  garuda  dengan  memberikan
              suntikan ekuitas atau pinjaman. Menurut para karyawan opsi pertama itu dapat membuat Garuda
              terhindar dari potensi dipailitkan oleh kreditur.

              Permintaan kedua dari para karyawan adalah menolak opsi kedua, yang sudah didukung oleh
              direksi saat ini. Opsi ini dilakukan dengan melakukan restrukturisasi utang Garuda yang sudah
              jatuh tempo sekitar Rp 70 triliun tahun ini.

              Restrukturisasi dilakukan dengan cara mengajukan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang
              (PKPU). Namun, para karyawan menolak opsi ini karena berpotensi membuat Garuda dipailitkan.

              Permintaan yang ketiga adalah Jokowi dapat membantu mencairkan dana PEN sebesar Rp 7,5
              triliun  untuk  Garuda  Indonesia  dalam  bentuk  penyertaan  modal  langsung.  Mereka  menolak
              bantuan itu disebut sebagai bantuan dana operasional.

              Kemudian,  yang  keempat,  para  karyawan  meminta  Jokowi  dapat  membantu  percepatan
              pembentukan holding ekosistem pariwisata untuk pemulihan ekonomi di bidang pariwisata.

              Permintaan  yang  terakhir  adalah  membentuk  tim  untuk  melakukan  audit  transaksi  skandal
              pengadaan pesawat dan mesin di Garuda Indonesia di masa lalu. Karyawan meminta semua
              yang terlibat skandal harus diproses hukum.
                                                           226
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232