Page 232 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 232

PEGAWAI GARUDA INDONESIA SURATI JOKOWI MINTA DUIT RP7,5 TRILIUN

              Serikat  Karyawan  Garuda  (Sekarga)  menyurati  Presiden  Joko  Widodo  (Jokowi)  perihat
              permohonan agar pemerintah memberikan perhatian khusus kepada Garuda Indonesia.

              Ketua Umum Sekarga Dwi Yulianta menjelaskan, kondisi Garuda Indonesia terancam bangkrut
              imbas pandemi COVID-19.

              Masalah di masa lalu menambah beban yakni pengadaan pesawat dan engine atau mesin yang
              dilakukan oleh direksi. Serikat juga melihat selama ini potensi bisnis di Garuda Indonesia tidak
              maksimal seperti sektor captive market corporate account kargo dan bisnis charter.

              “Internal Garuda Indonesia telah melakukan PHK kepada 2.000 karyawan di 2020 dan saat ini di
              2021 sedang dalam proses PHK yang direncanakan berkurang lebih dari 1.000 karyawan. Selain
              terjadi  PHK,  karyawan  yang  masih  aktif  bekerja  dilakukan  pemotongan  dan  penundaan
              pembayaran gajinya,” kata Dwi Yulianta, Rabu (14/7/2021).

              Ia  mengatakan,  Sekarga  meminta  pemerintah  mengucurkan  duit  dari  program  Pemulihan
              Ekonomi Nasional tahun 2021 sebesar Rp7,5 triliun ke dalam penyertaan modal langsung dan
              bukan melalui skema mandatory convertible bond (MCB) atau bantuan dana operasional.

              "Mohon kiranya dengan cara mencairkan sisa dana PEN sebesar Rp7,5 triliun menjadi penyertaan
              modal langsung," ujar Dwi.

              Presiden Jokowi diminta cawe-cawe sebab pemegang 60,54% saham adalah pemerintah.

              "Kiranya  Bapak  Presiden  dapat  membantu  percepatan  pembentukan  holding  ekosistem
              pariwisata  sebagaimana  program  dari  Bapak  Menteri  BUMN  guna  mempercepat  pemulihan
              ekonomi nasional khususnya bidang pariwisata. Kiranya dapat membentuk tim untuk melakukan
              audit  terhadap  semua  transaksi  pengadaan  Pesawat  dan  Engine  Pesawat  di  masa  lalu  dan
              siapapun yang terbukti harus diproses hukum," tulis Dwi dalam surat ke Jokowi.

              Saat  ini  kondisi  keuangan  Garuda  Indonesia  berdarah-darah.  Wakil  Menteri  BUMN  Kartika
              Wirjoatmodjo menyebut setiap bulan Garuda merugi hingga USD 100 juta.

              Kerugian  timbul  karena  pendapatan  Garuda  hanya  USD  50  juta,  sementara  pengeluaran
              mencapai  USD  150  juta.  Garuda  juga  memanggul  utang  hingga  Rp70  triliun,  dan  harus
              melakukan negosiasi dengan para lessor dan kreditur internasional.

              Garuda  harus  mengajukan  moratorium  utang  agar  bisa  terus  hidup.  Per  20  September,
              menderita rugi tahun berjalan sebesar USD 1,1 miliar dolar, dibandingkan keuntungan sebesar
              USD 122 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

              Garuda juga punya utang sewa pesawat hingga USD 615 juta, melonjak dari sebelumnya USD
              83 juta. Per 30 September 2020, Garuda memiliki saldo utang obligasi sebesar USD 491,327
              juta.







                                                           231
   227   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237