Page 24 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 24

Ekonom  Center  of  Economic  and  Law  Studies  (Celios)  Bhima  Yudhistira  Adhinegara  sepakat
              dengan Emil. Stimulus dari pemerintah sangat dibutuhkan pengusaha untuk bertahan di tengah
              krisis pandemi.

              Hal ini khususnya subsidi gaji karyawan. Ia mengusulkan pemerintah memberikan subsidi gaji
              sebesar Rp5 juta selama tiga bulan, yakni Juli-Agustus 2021.

              "Jika  asumsinya  ada  19  juta  pekerja  yang  terdampak  covid-19,  maka  besaran  subsidi  gaji
              mencapai Rp95 triliun," terang Bhima.

              Angka  belasan  juta  pekerja  ini  mengacu  pada  data  Badan  Pusat  Statistik  (BPS).  Lembaga
              tersebut mencatat 19,1 juta penduduk usia kerja terdampak pandemi covid-19 pada Februari
              2021.

              Sarannya, pemerintah memprioritaskan sektor transportasi, perhotelan, restoran, termasuk ritel.
              Selain  itu,  buruh  konstruksi  dan  pekerja  lepas di  sektor informal  juga perlu  mendapat  jatah
              subsidi gaji pemerintah. "Ini yang sensitif terhadap penurunan mobilitas," imbuh Bhima.

              Dengan subsidi gaji, perusahaan dapat memotong gaji karyawan sesuai dengan bantuan yang
              diberikan pemerintah. Nantinya, selisih dari potongan itu lah yang ditutup oleh pemerintah.

              Walhasil,  gaji  yang  didapat  karyawan  tetap  sama  seperti  sebelum  ada  pemotongan  dari
              perusahaan.  Stimulus  ini  dibutuhkan  perusahaan  untuk  melakukan  efisiensi  dan  bertahan  di
              masa pandemi.
              Masalahnya, pendapatan perusahaan terjun bebas selama pandemi covid-19. Sementara, biaya
              operasional sulit ditekan, terlebih lagi untuk membayar gaji karyawan.

              Belum lagi utang jatuh tempo yang harus dibayar oleh perusahaan. Dalam kondisi seperti ini,
              perusahaan harus mengurangi beban biaya, mulai dari memangkas gaji karyawan hingga ongkos
              produksi.

              Untuk  memangkas  gaji  karyawan,  perusahaan  bisa  melakukan  PHK  terhadap  pekerja.
              Masalahnya,  jika  jumlah  karyawan  yang  terkena  PHK  semakin  banyak,  berarti  angka
              pengangguran otomatis meningkat.

              Imbasnya, jumlah orang miskin juga akan bertambah. Kesenjangan orang kaya dan orang miskin
              pun  semakin  lebar.  Situasi  itu  tentu  akan  mengganggu  proses  pemulihan  ekonomi  nasional
              karena konsumsi masyarakat tertekan.

              Oleh karena itu, bantuan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menahan potensi PHK massal di
              tengah pandemi covid-19. "Subsidi gaji dapat menjaga arus kas perusahaan. Jadi, jangan sampai
              ada PHK sepihak," jelas Bhima.

              Selain  itu,  ia  memandang  pemerintah  juga  harus  memberikan  bantuan  sewa  kepada  pelaku
              usaha. Bantuan khususnya wajib diberikan kepada penyewa (tenant) di pusat perbelanjaan.
              "Ini prioritas untuk tenant di pusat perbelanjaan dan pelaku usaha yang menyewa ruko atau
              kantor khusus yang masuk kategori UMKM," jelasnya.

              Pemerintah bisa menyasar pengusaha yang omzetnya di bawah Rp4,8 miliar per tahun. Mereka
              biasanya  tidak  punya  modal  cukup banyak  untuk  bertahan  enam  minggu  ketika  pendapatan
              tergerus terus menerus.

              Namun, ia belum dapat memproyeksi dana yang harus dikeluarkan pemerintah untuk membantu
              pengusaha membayar sewa. Pasalnya, harus ada diskusi dulu di Asosiasi Pengelola Pusat Belanja


                                                           23
   19   20   21   22   23   24   25   26   27   28   29