Page 269 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 269

Sebab,  Bamsoet  menilai,  pelaksanaan  PPKM  Darurat  sangat  berdampak  pada  kehidupan
              perekonomian  masyarakat  di  tengah  pandemi  .  Pun,  Bamsoet  harus  memastikan  bantuan
              tersebut diterima oleh yang berhak dan tepat sasaran.

              "Meminta pemerintah mengkompensasi dampak penerapan PPKM Darurat melalui realisasi dana
              Program Pemulihan Ekonomi Nasional/PEN dan optimalisasi belanja Anggaran Pendapatan dan
              Belanja Negara/APBN," urai Waketum DPP Golkar ini.

              Lebih lanjut, Bamsoet juga meminta penambahan jumlah testing, tracing, dan memaksimalkan
              treatment,  serta  melakukan  percepatan  program  vaksinasi  jika  PPKM  darurat  diperpanjang.
              Menurut dia, percepatan vaksinasi penting agar target 2 juta sehari pada Agustus bisa terealisasi.

              Bamsoet menekankan, pemerintah harus menjamin para pekerja dengan mengingatkan kepada
              perusahaan-perusahaan,  khususnya  di  sektor-sektor  yang  paling  terdampak  PPKM  Darurat,
              untuk tidak melakukan pemutusan hubungan kerja karyawannya (PHK).

              Untuk  mengantisipasi  PHK  tersebut,  menurut  Bamsoet,  salah  satunya  dengan  memberikan
              bantuan subsidi kepada perusahaan agar bisa tetap memberikan gaji kepada karyawannya.

              "MPR menyatakan bahwa kunci keberhasilan dan penanggulangan pandemi COVID-19 adalah
              kerja sama seluruh masyarakat untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah,"
              pungkas eks Ketua DPR ini.

              Diberitakan  sebelumnya,  mengingat  ganasnya  varian  Delta  asal  India,  Menkeu  Sri  Mulyani
              memberi sinyal PPKM Darurat dilaksanakan 4 hingga 6 minggu.

              "Risiko  pandemi  COVID-19  masih  tinggi,  khususnya  varian  delta.  PPKM  Darurat  selama  4-6
              minggu  dijalankan  untuk  menahan  penyebaran  kasus,  mobilitas  masyarakat  diharapkan
              menurun signifikan," tulis Sri Mulyani dalam bahan paparannya, dikutip kumparan, Senin (12/7).



































                                                           268
   264   265   266   267   268   269   270   271   272   273   274