Page 22 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 AGUSTUS 2021
P. 22

Kedua,  syarat  penerima  BSU  yang  didasari  pada  kepesertaan  BP  Jamsostek  juga berarti  tak
              mencakup kelompok pekerja informal. Padahal, bisa saja pekerja informal menjadi kelompok
              yang terdampak lebih parah jika dibandingkan dengan pekerja formal. Karenanya, dia berharap
              kelompok pekerja informal dapat dibantu dengan skema lain.

              Hal ketiga, yakni dari sisi teknis. Hanri mengatakan upah yang dilaporkan perusahaan kepada
              BP  Jamsostek  dan  menjadi  patokan  pemerintah  memberikan  BSU  umumnya  merupakan  gaji
              pokok, bukan seluruh pendapatan yang diterima pekerja (take home pay).

              "Jadi, bisa jadi ada orang dengan gaji pokok cuma Rp2,5 juta, tapi THP-nya lebih dari RplO juta,
              misalnya. Ini karena sistem penggajian perusahaannya yang based on per-formace, dia dapat
              BSU. Intinya bisa jadi orang yang sebetulnya bukan yang paling butuh BSU, bisa dapat BSU."
              jelas dia.

              Lebih lanjut. Hanri menilai persyaratan dan kriteria penerima BSU pada 2021 kali ini merupakan
              koreksi yang dilakukan pemerintah. Diharapkan alokasi dan penyalurannya akan lebih tepat.
              Pemerintah juga diminta memastikan sasaran penerima BSU kali ini bukan penerima bantuan
              sosial lainnya. Kendati itu telah direncanakan, Hanri menekankan pentingnya keselarasan data
              antara data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) milik Kementerian Sosial dan data yang dimiliki
              BP Jamsostek.

              Dia juga meminta pemerintah memperhatikan dan memastikan kondisi usaha di tiap wilayah
              sebab BSU kali ini hanya diperuntukkan bagi pekerja di wilayah yang menerapkan pemberlakuan
              pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 dan 4.
              "Kemungkinan ada pekerja yang bukan di daerah PPKM level III-IV. tapi terdampak juga karena
              perusahaan tempat dia kerja mengalami penurunan permintaan. Nah, mereka ini mengalami
              penurunan pendapatan, tapi kehilangan prioritas BSU." pungkas Hanri.

              Perbedaan skema

              Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  sudah  menerima  data  calon  penerima  bantuan
              subsidi  upah  (BSU)  sebanyak  satu  juta  orang.  Menteri  Ketenagakerjaan,  Ida  Fauziyah,
              menyatakan terdapat beberapa perbedaan antara skema bantuan subsidi gaji/upah (BSU) 2021
              dan 2020 bagi pekerja. "Setidaknya terdapat tiga perbedaan skema dengan BSU tahun lalu,"
              ujar Menaker Ida di Jakarta, Rabu (4/8).

              Pertama, pada aspek kriteria calon penerima BSU, khususnya pada batasan gaji/upah, wilayah,
              dan sektor pekerjaan yang terdampak. Menurut Menaker, pada BSU tahun ini, pekerja yang
              berhak mendapatkan bantuan harus mempunyai gaji paling banyak sebesar Rp3,5 juta.

              "Pada  aspek  batasan  wilayah,  pekerja  yang  berhak  mendapatkan  BSU,  yaitu  pekerja  yang
              bekerja di wilayah PPKM level 3 dan level 4 yang ditetapkan pemerintah sebagaimana dalam
              Lampiran I Permenaker 16/2021," ucapnya.

              Adapun syarat untuk mendapat bantuan itu, pekerja harus memenuhi seluruh persyaratan, yaitu
              WNI yang dibuktikan dengan NIK dan terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang
              masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan, yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai
              dengan Juni 202.

              Untuk BSU tahun ini. Menaker menyebut, diutamakan bagi pekerja/buruh yang bekerja pada
              sektor  industri  barang  konsumsi,  transportasi,  aneka  industri,  properti,  dan  real  estat,
              perdagangan dan jasa, kecuali jasa pendidikan dan kesehatan. "Sedangkan tahun lalu, batasan
              gaji/upah penerima BSU maksimal sebesar Rp5 juta dan tidak ada pembatasan wilayah maupun
              sektor," ucapnya.

                                                           21
   17   18   19   20   21   22   23   24   25   26   27