Page 17 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 AGUSTUS 2021
P. 17

JEPANG MEMBUTUHKAN 345.000 PEKERJA

              Pemerintah Indonesia dan Jepang telah menandatangani Memorandum of Cooperation. Dengan
              kerja  sama  itu,  peluang  pekerja  migran  Indonesia  (PMI)  untuk  bekerja  di  Jepang,  kembali
              terbuka lebar.

              Untuk diiketahui, sebagai salah satu negara maju, Jepang memiliki daya tarik tersendiri bagi para
              pekerja di dunia, termasuk para PMI untuk bisa bekerja di sana. Apalagi, Jepang membutuhkan
              345.000  tenaga  kerja.  Namun,  mayoritas  PMI  kesulitan  untuk  masuk  ke  Jepang  karena
              terkendala sejumlah persyaratan kerja yang ketat.

              Kepala  Dinas  Tenaga Kerja  dan Transmigrasi  (Disnakertrans)  Jabar,  Rachmat  Taufik  Garsadi
              menuturkan, terkait dengan hal itu, pemerintah telah melakukan skema penyiapan sumber daya
              manusia (SDM) yang handal melalui program Specified Skilled Worker (SSW) atau Tokutai Ginou.
              "Kegiatan  ini  sangat  strategis  dalam  menyikapi  kondisi  ketenagakerjaan  global  saat  ini"  ujar
              Rachmat dalam keterangannya beberapa waktu lalu.
              Dia mengatakan, program tersebut juga sebagai upaya dalam meningkatkan mutu pelayanan
              kepada masyarakat yang ingin bekerja. Juga bagi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja,
              sesuai mekanisme antar kerja, baik secara lokal maupun internasional.

              "Harapannya, program ini dapat meningkatkan produktivitas bagi para pencari kerja," ucapnya.

              Menurut  Rachmat,  saat  ini  banyak  perusahaan  yang  tutup.  Di  luar  negeri  pun  sama.  Masih
              banyak  perusahaan  yang  belum  beroperasi.  Hanya  beberapa  negara  yang  masih  membuka
              lowongan tenaga.

              "Namun  demikian,  penyiapan  tenaga  kerja  dan  sistem  ketenagakerjaannya  harus  terus
              disiapkan. Sehingga nanti apabila, negara-negara ini membuka kembali, maka langsung kita bisa
              mengirimkan tenaga kerja ke sana," ujarnya.

              Dia mengatakan, salah satu pasar kerja yang sangat potensial saat ini adalah negara Jepang.
              Dulu, Jepang sangat tertutup untuk menerima tenaga kerja. Namun, setelah ada perjanjian MoC
              dengan Indonesia, maka peluang terbuka lebar.

              "Tinggal sekarang bagaimana kita bisa mengisi peluang kerja di Jepang yang sudan terbuka dan
              sangat potensial tersebut? Solusinya dengan program SSW ini,"katanya.

              Program  SSW,  kata  Rachmat,  menjadi  salah  satu  solusi  bagi  masyarakat  yang  kesulitan
              mendapatkan pekerjaan. Program itu juga menjembatani yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

              "Melalui program SSW ini kita berharap akan ada pekerja yang punya kemampuan lebih khusus,
              baik untuk tingkat SMK, D3, maupun Si. Sehingga bisa menggakses pekerjaan yang lebih baik
              dan memiliki penghasilan lebih tinggi," ucapnya.

              Dalam kesempatan yang sama, advisor ISO Jepang, Yadi Suryadi mengatakan, dari 14 sektor
              pekerjaan  yang  ada  di  Jepang,  ada  5  yang  jadi  prioritas  yaitu  perawat  lansia,  pertanian,
              peternakan, pengolahan makanan, dan Service. "Jepang membutuhkan 345.000 pekerja hingga
              5 tahun ke depan. Ini peluang," ujamya. (Novianti Nurulliah) ***










                                                           16
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22