Page 131 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 MARET 2021
P. 131

Ringkasan

              Ketua  Umum  Gabungan  Pengusaha  Kelapa  Sawit  Indonesia  (Gapki),  Joko  Supriyono
              menegaskan,  industri  kelapa  sawit  Indonesia  berkomitmen  untuk  memenuhi  aturan
              ketenagakerjaan  yang  berlaku.  Termasuk  bagi  pekerja  di  sektor  perkebunan  kelapa  sawit.
              "Industri sawit Indonesia tetap punya komitmen untuk comply (memenuhi) kepada regulasi.
              Khususnya  ketenagakerjaan  juga  di  perkebunan,"  ungkap  dia  dalam  webinar  bertajuk
              Perlindungan Pekerja Perempuan di Perkebunan Sawit, Selasa (23/3).



              GAPKI PASTIKAN INDUSTRI SAWIT TERUS PATUHI ATURAN KETENAGAKERJAAN

              Ketua  Umum  Gabungan  Pengusaha  Kelapa  Sawit  Indonesia  (Gapki),  Joko  Supriyono
              menegaskan,  industri  kelapa  sawit  Indonesia  berkomitmen  untuk  memenuhi  aturan
              ketenagakerjaan yang berlaku. Termasuk bagi pekerja di sektor perkebunan kelapa sawit.

              "Industri sawit Indonesia tetap punya komitmen untuk comply (memenuhi) kepada regulasi.
              Khususnya  ketenagakerjaan  juga  di  perkebunan,"  ungkap  dia  dalam  webinar  bertajuk
              Perlindungan Pekerja Perempuan di Perkebunan Sawit, Selasa (23/3).

              Bos Gapki ini menjelaskan, komitmen untuk taat pada aturan ketenagakerjaan diperkuat atas
              sertifikasi yang diberikan oleh Indonesian Sustainable Palm Oil System (ISPO) kepada industri
              sawit nasional.
              ISPO sendiri merupakan upaya pemerintah untuk memastikan seluruh kegiatan di industri sawit
              nasional  tetap  ramah  lingkungan,  sebagaimana  diatur  dalam  Peraturan  Presiden  (Perpres)
              Nomor  44  tahun  2020  tentang  Sistem  Sertifikasi  Perkebunan  Kelapa  Sawit  Berkelanjutan
              Indonesia.
              "Dan  masalah  ketenagakerjaan  menjadi  satu  yang  penting  di  ISPO,  dan  itu  menjadi  prinsip
              keempat. Ini bukti bahwa aturan sawit comply dengan aturan ketenagakerjaan," tambahnya.

              Oleh  karena  itu,  Gapki  memastikan  bahwa  industri  sawit  nasional  terus  bersolek  untuk
              terciptanya iklim kerja yang tidak hanya ramah lingkungan namun juga ramah terhadap para
              pekerjanya. Menyusul adanya sejumlah pengakuan dari lembaga terpercaya yang independen.

              "Sekali lagi kami proses ini menjadi sarana untuk memperbaiki iklim ketenagakerjaan di industri
              dan perkebunan sawit. Kita sudah melihat itu," tegasnya.

              Lingkungan  Kerja  Industri  Sawit  Belum  Aman  untuk  Perempuan  Sebelumnya,  Direktur
              Persyaratan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), S Junaedah mengakui, kelompok
              pekerja perempuan memiliki risiko bahaya lebih dalam melakukan segala aktivitas di lingkungan
              pekerjaan. Khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit.

              "Kami  masih  melihat  banyak  perempuan  yang  berpotensi  terekspos  pada  sejumlah  bahaya
              potensi dalam dunia kerja. Khususnya pada sektor perkebunan kelapa sawit," ungkapnya dalam
              webinar bertajuk Perlindungan Pekerja Perempuan di Perkebunan Sawit, Selasa (23/3).

              Dia  mengungkapkan,  setidaknya  ada  tiga  risiko  bahaya  yang  kerap  mengintai  pekerja
              perempuan  di  perkebunan  kelapa  sawit.  Pertama,  risiko  bahaya  terkait  Kesehatan  dan
              Keselamatan Kerja (K3).

              "Terdapat beragam risiko yang berpotensial bagi pekerja perempuan dari bahaya pelanggaran
              K3. Seperti terbatasnya fasilitas keselamatan diri, jam kerja panjang, hingga tidak adanya cuti
              libur yang diberikan dan lainnya," ucapnya.


                                                           130
   126   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136