Page 132 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 24 MARET 2021
P. 132

Kedua,  bahaya  terkait  kesehatan  reproduksi.  Sebab,  masih  terdapatnya  oknum  manajemen
              perusahaan  dengan  tidak  memperdulikan  hakikat  seorang  wanita  yang  kerap  melalui  fase
              reproduksi seperti haid dan hamil.

              "Jadi, pekerja perempuan ada yang tidak diperbolehkan menggunakan cuti haid ataupun istirahat
              melahirkan," terangnya.

              Terkahir,  pelecehan  dan  kekerasan.  Menurutnya,  praktik  ini  terjadi  lantaran  masih  adanya
              anggapan posisi lemah yang dimiliki oleh pekerja perempuan.

              Dia menyebut, berbagai risiko yang menimpa korban pekerja perempuan ini lebih disebabkan
              oleh rendahnya tingkat pengetahuan atas informasi pemenuhan hak-hak pekerja. "Jadi, banyak
              pihak belum mengetahui kegiatan-kegiatan diskriminasi itu," terangnya.

              Oleh  karena  itu,  Kemnaker  terus  aktif  mensosialisasikan  berbagai  aturan-aturan  terhadap
              perusahaan dan pekerja terkait pemenuhan hak dan kewajiban. Tujuannya untuk mewujudkan
              iklim kerja yang kondusif dan non diskriminatif.

              "Artinya, kita mengatur gar lingkungan kerja tidak diskriminatif. Praktek ini mulai dari rekrutmen,
              pelaksanaan pekerjaan di tempat kerja,pelatihan, hingga jaminan sosial dan pensiun," tegasnya.

              [bim].



















































                                                           131
   127   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137