Page 309 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 02 OKTOBER 2020
P. 309
Ringkasan
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengajak para pelaku usaha untuk
menangkap peluang ekonomi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital, salah
satunya lokapasar ( marketplace ).
"Kita dari pemerintah ingin berkolaborasi bareng. Pemerintah enggak mungkin sendiri. Kita perlu
kolaborasi dari teman-teman platform. Bagaimana marketplace ini bisa menjaring semua," kata
Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan Suhartono dalam diskusi virtual yang
diadakan Bukalapak, Rabu.
PEMERINTAH DORONG PELAKU USAHA MANFAATKAN MARKETPLACE
Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan mengajak para pelaku usaha untuk
menangkap peluang ekonomi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital, salah
satunya lokapasar ( marketplace ).
"Kita dari pemerintah ingin berkolaborasi bareng. Pemerintah enggak mungkin sendiri. Kita perlu
kolaborasi dari teman-teman platform. Bagaimana marketplace ini bisa menjaring semua," kata
Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan Suhartono dalam diskusi virtual yang
diadakan Bukalapak, Rabu.
Suhartono mengatakan kehadiran marketplace dapat menjangkau para pelaku usaha lokal yang
tersebar di berbagai daerah bahkan hingga mancanegara. Kementerian Ketenagakerjaan,
menurut Suhartono, mendukung inisiatif pemberdayaan pelaku wirausaha secara mandiri yang
dilakukan oleh perusahaan teknologi, perbankan dan keuangan yang bertujuan untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami melatih setiap tahunnya katakanlah 200 ribu orang. Semuanya bisa bikin produk. Tapi
bagaimana kita menjual produknya. Pola seperti apa yang digunakan? Inilah yang kita
diskusikan," ujar Suhartono. Suhartono mengatakan bahwa salah satu permasalahan yang
dialami para pelaku usaha atau produsen adalah dalam hal menjual produk buatannya. Tidak
semua produsen bisa menjadi pedagang.
"Ada satu pendekatan budaya yang perlu dilakukan. Kita perlu belajar dari budaya-budaya yang
ada di Indonesia bagaimana caranya menjual produk," imbuhnya. Sementara itu, CEO Bukalapak
Rahmat Kaimuddin mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan inovasi terbaru, salah satunya
dengan meluncurkan berbagai produk virtual, yang dapat dimanfaatkan oleh para mitra.
"Di Bukalapak kita banyak deal dengan pedagang dan produsen, kita juga ada beberapa
pengalaman di mana produsen UMKM mengalami kesulitan berdagang," kata Rahmat Kaimuddin.
Dia menambahkan, "Produsen dan pedagang adalah dua profesi berbeda. Ada yang berproduksi
tapi enggak punya niat jadi merchant . Karena kalau produsen dia harus memikirkan bahan
baku produksi. Sementara kalau pedagang itu melakukan pelayanan konsumen dan itu perlu
skill t ersendiri." Untuk itu, dia mengatakan para mitra Bukalapak harus pandai memanfaatkan
peluang dan tidak boleh kalah dalam situasi yang kurang menguntungkan saat pandemi seperti
sekarang ini..
308

