Page 706 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 706

Hal senada juga disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and
              Finance, Tauhid Ahmad.
              Taufiq menilai tidak adil jika pemerintah hanya memberi bantuan pada 13,8 juta pekerja yang
              terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

              Padahal secara keseluruhan, jumlah buruh dan pegawai di Indonesia mencapai 52,2 juta orang.

              "Ada ketidakadilan kalau itu diterapkan dan kenapa hanya peserta BPJS yang dijadikan dasar,
              semua merasa berhak kalau konteksnya pekerja," ujarnya.
              - Dinilai Tak Efektif dan Tak Tepat Sasaran  Taufiq juga menilai, pemberian insentif kepada
              karyawan swasta tersebut berisiko kian meningkatkan kesenjangan masyarakat.

              Dia menilai Pemerintah tidak memperhitungkan besaran pengeluaran antar masyarakat dengan
              gaji di bawah Rp 5 juta tersebut.

              "Untuk penghasilan upah buruh saja Rp 2,9 juta per bulan.
              Jadi yang Rp 5 juta itu bukan buruh, dan dia juga dapat (bantuan).


              Ini timbulkan kesenjangan antara Rp 2,9 juta sampai yang Rp 5 juta," ujar dia.
              Taufiq menambahkan, masyarakat dengan gaji mendekati Rp 5 juta tidak masuk dalam kategori
              penduduk miskin.

              Penduduk  yang  masuk  dalam  kategori  miskin  adalah  mereka  yang  memiliki  pengeluaran  di
              bawah Rp 2,3 juta per bulan.

              BLT  kepada  karyawan  tersebut  tidak  akan  tepat  sasaran  dan  tidak  akan  efektif  dalam
              mendongkrak kinerja perekonomian.

              (Tribunnews.com/Suci Bangun DS, Kompas.com/  Ade Miranti Karunia/Ihsanuddin  ).





































                                                           705
   701   702   703   704   705   706   707   708   709   710   711