Page 201 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 201
PEMERINTAH DIMINTA SEGERA CAIRKAN SUBSIDI UPAH
Harianjogja.com, JAKARTA -- Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah mempercepat
pencairan bantuan untuk para pekerja yang terdampak pandemi Covid-19.
Menurutnya, bantuan lewat program Bantuan Subsidi Upah (BSU) harus sudah cair pada pekan
ini. "Masa PPKM ini sudah masuk sebulan, artinya subsidi untuk upah bulanan (BSU) pekerja
terdampak seharusnya sudah cair," kata Puan di Jakarta, Kamis (5/8/2021).
Puan memahami proses admnistrasi dan validasi data calon penerima yang memerlukan waktu.
Namun, hendaknya waktu tersebut tidak boleh melebihi tenggat sebulan setelah PPKM
dibelakukan.
"Bantuan tersebut harus sudah masuk ke rekening pekerja dalam pekan ini. Tidak boleh molor
sampai pekan depan, karena ini berkaitan dengan 'dapur' para pekerja," desak Puan.
Selain soal waktu pencairan, Puan juga meminta pemerintah mendengarkan suara-suara pekerja
yang merasa belum terakomodir dengan program BSU ini.
"BSU ini harus memenuhi azas keadilan bagi semua pekerja terdampak yang sudah memenuhi
kriteria," katanya.
Selain BSU, Puan juga meminta pemerintah segera menjalankan kembali program Kartu Prakerja
di bawah koorindasi Kemenko Perekonomian ini.
Menurutnya, Kartu Prakerja gelombang berikutnya harus segera berjalan untuk menyasar para
pencari kerja ataupun pekerja yang kena PHK selama masa PPKM darurat dan PPKM Level 3-4.
"Apapun proses administrasi untuk realisasi program ini harus mempertimbangkan desakan
kebutuhan masyarakat yang tidak bisa tunda," kata Puan.
Untuk diketahui, BSU akan diberikan pemerintah kepada para pekerja yang bergaji maksimal Rp
3,5 juta/bulan, terdaftar di BP Jamsostek dan bekerja di wilayah PPKM Level 3-4. Besaran
bantuan adalah Rp 1 juta per pekerja untuk dua bulan, yakni Juli dan Agustus 2021.
Sementara, peserta Kartu Prakerja akan mendapatkan bantuan uang sebesar Rp 3,55 juta.
Dengan rincian, insentif pelatihan senilai Rp1 juta, uang tunai sebesar R2,4 juta yang diberikan
sebesar Rp 600 ribu dalam empat bulan sebagai insentif pasca pelatihan, serta insentif survei
Rp150 ribu untuk tiga kali survei.
Sumber : Siaran pers.
200

