Page 314 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 314
Judul PHK Jadi 'Hantu' Para Buruh Kala Pandemi, GSBI: Hentikan PPKM!
Nama Media suara.com
Newstrend PPKM Level 4
Halaman/URL https://www.suara.com/news/2021/08/05/104549/phk-jadi-hantu-
para-buruh-kala-pandemi-gsbi-hentikan-ppkm
Jurnalis Bangun Santoso
Tanggal 2021-08-05 10:45:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Pemutusan Hak Kerja atau PHK menjadi hantu yang bergentayangan selama masa pandemi
Covid-19. Hantu itu, kadang -- atau barangkali -- menyelinap dan menyeruak di benak para
pekerja, tak terkecuali kaum buruh. Gerakan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) mencatat, sejak
awal tahun 2021 hingga saat ini, lebih dari 11 ribu buruh terkena PHK -- data itu berdasarkan
sebaran pabrik yang terdapat serikat buruh anggota GSBI. PHK menjalar tanpa hambatan, proses
itu dilakukan tanpa jaminan upah, pangan, kesehatan, pendidikan, dan komunikasi bagi buruh
dan keluarganya.
PHK JADI 'HANTU' PARA BURUH KALA PANDEMI, GSBI: HENTIKAN PPKM!
Pemutusan Hak Kerja atau PHK menjadi hantu yang bergentayangan selama masa pandemi
Covid-19. Hantu itu, kadang -- atau barangkali -- menyelinap dan menyeruak di benak para
pekerja, tak terkecuali kaum buruh.
Gerakan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) mencatat, sejak awal tahun 2021 hingga saat ini, lebih
dari 11 ribu buruh terkena PHK -- data itu berdasarkan sebaran pabrik yang terdapat serikat
buruh anggota GSBI. PHK menjalar tanpa hambatan, proses itu dilakukan tanpa jaminan upah,
pangan, kesehatan, pendidikan, dan komunikasi bagi buruh dan keluarganya.
"Berdasarkan data GSBI, dari awal tahun 2021 hingga sekarang tercatat lebih dari 11 ribu
buruh di-PHK berdasarkan sebaran pabrik yang terdapat serikat buruh anggota GSBI," ungkap
Emelia Yanti Siahaan selaku Sekretaris Jenderal GSBI kepada Suara.com, Kamis (5/8/2021).
Pada tahun pertama berlangsungnya wabah Covid-19, yakni pada 2020 lalu, Yanti menyebutkan,
pabrik kecil yang bergerak di sektor garmen, tekstil, dan sepatu benar-benar terdampak. Sebab,
produksi pabrik tersebut baru bisa berjalan setelah adanya order atau pesanan.
"Contoh di kalau di garmen, di beberapa perusahaan skala kecil yang bergantung produksinya
pada orderan atau mengambil dari pabrik besar, itu mulai banyak yang kolaps atau tutup di
tahun pertama pandemi," sambungnya.
313

