Page 478 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 MEI 2021
P. 478

Menurut Sarman, pengusaha tidak akan lari dari tanggung jawab untuk membayarkan THR para
              pekerjanya. Namun, ia minta pengertian pekerja karena kondisi yang dihadapi pengusaha pun
              cukup berat.

              "Yang jelas pengusaha tidak lari dari tanggung jawab membayar THR, hanya memang butuh
              waktu  yang  tepat  sembari  menunggu  pulihnya  perekonomian.  Opsi  mencicil  dan  menunda
              menjadi  alternatif  pengusaha  yang  tidak  memiliki  kemampuan  untuk  membayar  THR  100
              persen," katanya.

              Ketua  Umum  Himpunan  Pengusaha  Pribumi  Indonesia  (HIPPI)  DKI  Jakarta  itu  menjelaskan
              sejumlah sektor usaha masih cukup kesulitan untuk bisa memenuhi kewajiban membayar THR
              penuh karena belum bisa bangkit dipukul pandemi.

              Sektor usaha tersebut di antaranya pariwisata, seperti hotel, travel, transportasi, restoran, kafe,
              pusat hiburan, ritel juga sektor industri properti, otomotif, hingga jasa dan event organizer (EO).

              "Pemerintah harus dapat memberikan kebijakan/regulasi yang memayungi semua pengusaha
              dan pekerja. Dengan pertumbuhan ekonomi kita yang masih minus menjadi indikator bahwa
              memang ekonomi kita masih belum pulih dan sektor swasta masih stagnan. Harapan kita badai
              pandemi  COVID-19  segera  berakhir,  ekonomi  perlahan  pulih  dan  pengusaha  sudah  dapat
              membayar THR tepat waktu," katanya.
              Sarman  juga  menyampaikan  apresiasinya  dan  penghargaan  setinggi-tingginya  kepada
              pengusaha yang mampu membayar THR secara penuh kepada karyawannya. Hal itu juga sejalan
              dengan arahan pemerintah agar THR dapat ikut mendorong konsumsi rumah tangga di masa
              Ramadan dan Idul Fitri meski ada larangan mudik.

              "Ini  [THR]  akan  mampu  meningkatkan  konsumsi  rumah  tangga  kita  untuk  mendorong
              pertumbuhan ekonomi yang positif," kata Sarman.

              Sanksi  pelanggaran  pembayaran  THR  Keagamaan  Berdasarkan  PP  Nomor  36  tahun  2021,
              Permenaker nomor 6 tahun 2016 dan SE nomor 6/HK.04/IV/2021 terdapat beberapa sanksi jika
              perusahaan melanggar pembayaran THR Keagamaan, di antaranya, - Terlambat membayar THR
              Keagamaan Jika perusahaan terlambat melakukan pembayaran THR Keagamaan maka harus
              membayar  denda  5  persen  dari  total  THR  yang  harus  dibayarkan.  Denda  ini  dikelola  dan
              dipergunakan untuk kesejahteraan pekerja/buruh.

              -  Tidak  membayar  THR  Keagamaan  Jika  perusahaan  tidak  membayarkan  kewajiban  THR
              Keagamaan seperti yang sudah ditentukan maka akan mendapat sanksi administratif berupa,
              teguran tertulis pembatasan kegiatan usaha penghentian sementara sebagian atau seluruh alat
              produksi  pembekuan  kegiatan  usaha  Pengenaan  denda  tidak  menghilangkan  kewajiban
              pengusaha untuk tetap membayar THR Keagamaan kepada pekerja/buruh.




















                                                           477
   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482   483