Page 479 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 MEI 2021
P. 479
Judul Strategi Pemerintah Hadapi 23 Juta Pekerjaan Hilang Pada 2030
Nama Media cnnindonesia.com
Newstrend Lompatan Besar Kemnaker
Halaman/URL https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210503194727-92-
638065/strategi-pemerintah-hadapi-23-juta-pekerjaan-hilang-pada-
2030
Jurnalis redaksi
Tanggal 2021-05-04 09:15:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker)
Bambang Satrio Lelono mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah strategi untuk
menghadapi hilangnya 23 juta pekerjaan akibat digitalisasi pada 2030 mendatang. Berdasarkan
studi McKinsey and Company pada September 2019, jutaan pekerjaan yang hilang tersebut akan
digantikan dengan munculnya jutaan pekerjaan baru.
STRATEGI PEMERINTAH HADAPI 23 JUTA PEKERJAAN HILANG PADA 2030
Jakarta - Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan
(Kemenaker) Bambang Satrio Lelono mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah
strategi untuk menghadapi hilangnya 23 juta pekerjaan akibat digitalisasi pada 2030 mendatang.
Berdasarkan studi McKinsey and Company pada September 2019, jutaan pekerjaan yang hilang
tersebut akan digantikan dengan munculnya jutaan pekerjaan baru.
"Karena ada adopsi, otomatisasi dan kecerdasan buatan dalam proses produksi, lapangan
pekerjaan yang tumbuh akan lebih banyak lagi, yaitu antara 27-46 juta pekerjaan.
Permasalahannya pekerjaan baru itu membutuhkan tuntutan kompetensi yang baru. Inilah yang
harus kita siapkan," ujarnya dalam diskusi yang digelar CORE Indonesia, Senin (3/5).
Beberapa strategi yang telah disiapkan adalah pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat
analisis dan pengembangan informasi pasar tenaga kerja.
Dalam hal ini telah dibangun sistem informasi ketenagakerjaan (Sisnaker), yakni ekosistem
digital yang akan menjadi platform bagi segala jenis layanan publik dan aktivitas ketenagakerjaan
baik di pusat dan daerah.
"Artinya kita bisa memberikan penguatan, bisa meningkatkan akses informasi pasar kerja,
layanan ketenagakerjaan kepada seluruh stakeholder yang ada," tuturnya.
478

