Page 477 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 MEI 2021
P. 477

Ringkasan

              Pengusaha  yang  tidak  mampu  membayar  THR  sesuai  ketentuan  agar  segera  melakukan
              perundingan  bipartit  guna  merumuskan  kesepakatan  bersama.  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida
              Fauziyah  mengatakan,  Tunjangan  Hari  Raya  (THR)  Keagamaan  harus  diberikan  kepada
              pekerja/buruh paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.



              BOLEHKAH THR LEBARAN 2021 DICICIL? ATURAN & SANKSI SOAL THR
              Pengusaha  yang  tidak  mampu  membayar  THR  sesuai  ketentuan  agar  segera  melakukan
              perundingan bipartit guna merumuskan kesepakatan bersama.

              Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan
              harus diberikan kepada pekerja/buruh paling lama 7 hari sebelum hari raya keagamaan.

              Tunjangan Hari Raya Keagamaan (THR) Keagamaan adalah pendapatan non upah yang wajib
              dibayarkan  oleh  pengusaha  kepada  pekerja/buruh  atau  keluarganya  menjelang  Hari  Raya
              Keagamaan.

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan  pekerja/buruh  yang  bersangkutan,"  kata  Menaker  dalam  keterangan  pers  Senin
              (12/4/2021) seperti yang dikutip dari rilis Sekertariat Kabinet (Setkab).

              Bolehkah perusahaan mencicil THR Keagamaan? THR Keagamaan tahun ini wajib dibayar penuh
              dan  tepat  waktu  oleh  pelaku  usaha.  Situasi  ini  berbeda  pada  2020  lalu  saat  pemerintah
              memberikan kelonggaran kepada para pengusaha untuk memberikan THR secara bertahap.

              Dalam kesempatan yang sama Ida Fauziyah menekankan pada seluruh pelaku usaha untuk wajib
              membayarkan  THR.  Bagi  pelaku  usaha  yang  tidak  mampu,  wajib  melakukan  dialog  secara
              kekeluargaan antara pekerja dan pengusaha untuk mencapai kesepakatan.
              Kesepakatan harus berdasarkan bukti laporan keuangan perusahaan yang transparan. Menaker
              juga menekankan bahwa kesepakatan harus dibuat secara tertulis dan THR harus dibayarkan
              maksimal sebelum hari raya keagamaan 2021.

              "Kesepakatan ini tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan
              tahun  2021  kepada  pekerja  atau  buruh"  jelas  Ida  Fauziyah  dalam  keterangan  pers  di  kanal
              Youtube resmi Kemnaker.

              Lebih lanjut, Ida Fuziyah menyebutkan bahwa bagi pengusaha yang tidak membayar THR pada
              pekerja sesuai dengan waktu yang ditentukan akan dikenai sanksi administratif sesuai dengan
              Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021. Sanksi yang dimaksudkan tersebut berupa
              teguran,  pembatasan  kegiatan  usaha,  penghentian  sementara  kegiatan  produksi,  hingga
              pembekuan kegiatan usaha.
              Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
              DKI Jakarta Sarman Simanjorang. Sarman minta pengusaha yang tidak mampu membayar THR
              sesuai ketentuan agar segera melakukan perundingan bipartit guna merumuskan kesepakatan
              bersama.
              "Jika pengusaha memiliki setengah kemampuan dengan cara mencicil, harus ada kesepakatan
              bersama. Termasuk yang tidak mampu sama sekali juga harus ada kesepakatan sampai cashflow
              (arus kas) pengusaha memungkinkan untuk membayar THR," kata Sarman di Jakarta, Sabtu
              (1/5/2021).


                                                           476
   472   473   474   475   476   477   478   479   480   481   482