Page 279 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 279

”Mereka  adalah  korban  perdagangan  manusia.  Setelah  mengajukan  visa  dengan  status
              pengungsi, mereka tidak dapat memperoleh perlindungan dari pemerintah Indonesia karena di
              Jepang, orang yang mengajukan visa pengungsi berada dalam posisi yang setara dengan orang
              yang kehilangan kewarganegaraan.”

              Ia mengatakan beberapa orang Indonesia yang datang melalui calo memilih untuk tetap bekerja
              ilegal di Jepang karena belum mendapatkan cukup uang untuk membayar utang orang tua atau
              biaya pendidikan anak-anak mereka.

              Hani, 36 tahun, penduduk Indonesia yang tinggal di sekitar Tokyo, mengatakan kasus overstay
              pekerja Indonesia adalah hal yang biasa akhir-akhir ini. Kemudian juga soal kasus penipuan yang
              marak sejak pandemi. Untuk magang di Jepang, orang Indonesia diminta membayar Rp40-50
              juta, akan tetapi pada akhirnya “mereka bahkan tidak bisa berangkat”.

              Di  sekitar  komunitas  tradisional  Indonesia  di  Jepang,  yaitu  Ōarai  di  Prefektur  Ibaraki,  kasus
              overstay visa juga sudah menjadi topik umum. Ada beberapa orang Indonesia yang bekerja
              secara ilegal di sektor pertanian atau konstruksi. Orang-orang ini sering kali memiliki SIM ilegal.
              Masalah ini diketahui oleh polisi setempat.

              Saat diwawancarai pada Desember 2020, seorang mantan broker Jepang di Ōarai yang sering
              berinteraksi  dengan  masyarakat  Indonesia  menunjuk  ke  luar  kantornya.  Dia  mengatakan
              sekelompok anak muda Indonesia yang baru saja turun dari mobil adalah pekerja overstay yang
              dia kenal.

              ”Mereka bekerja di bidang pertanian karena sektor tersebut membutuhkan tenaga kerja dengan
              jumlah yang besar pada masa panen raya. Beberapa lainnya bekerja di bisnis konstruksi yang
              terkadang berafiliasi dengan Yakuza (gangster)”. Dia juga menambahkan, ada bisnis menjual
              mobil untuk pekerja ilegal.

              Dampak  dari  fenomena  ini  bisa  melebar  ke  mana-mana,  termasuk  kriminalitas.  Kasus-kasus
              kriminal  yang  melibatkan  orang  Indonesia  mungkin  akan  meningkat  di  masa  depan  dengan
              preseden orang-orang Vietnam. Selama beberapa tahun terakhir, puluhan ribu orang Vietnam
              berbondong-bondong datang ke Jepang. Pada 2019, untuk kali pertama jumlah orang Vietnam
              yang ditangkap melebihi orang Cina, padahal komunitas Cina lebih besar daripada kelompok
              Vietnam.

              Di sisi lain, jumlah WNI yang tinggal di Jepang meningkat pesat, tercepat ketiga setelah Vietnam
              dan Nepal. Hingga Juni 2020, jumlah penduduk Indonesia di negara ini mencapai 66.084 orang.

              Polisi takut jika pekerja overstay membentuk organisasi kriminal. Sekolah polisi sekarang bahkan
              melatih petugas untuk berbicara bahasa Indonesia.

              Kembali  ke  Indra.  Dia  tak  ingin  lebih  banyak  orang  yang  bernasib  sama  sepertinya.  Indra
              berharap agar orang lain bisa ”lebih berhati-hati untuk memutuskan pergi bekerja ke luar negeri
              dan dapat mengambil jalur yang tepat.”
















                                                           278
   274   275   276   277   278   279   280   281   282   283   284