Page 275 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 275

Ringkasan

              Pemerintah memutuskan untuk menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
              (PPKM) darurat lantaran melonjaknya kasus harian Covid-19 yang terjadi di Indonesia hingga
              menyentuh  angka  20.000.  Pusat  perbelanjaan  pun  terkena  imbas  dari  pemberlakuan  PPKM
              Darurat tersebut karena harus tutup hingga 20 Juli 2021.



              TERIMBAS PPKM DARURAT, PENGUSA MAL MINTA PENIADAAN PAJAK HINGGA
              SUBSIDI BAGI KARYAWAN

              Pemerintah memutuskan untuk menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
              (PPKM) darurat lantaran melonjaknya kasus harian Covid-19 yang terjadi di Indonesia hingga
              menyentuh angka 20.000.
              Pusat perbelanjaan pun terkena imbas dari pemberlakuan PPKM Darurat tersebut karena harus
              tutup hingga 20 Juli 2021.

              Terkait hal itu, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia ( APPBI) DKI mengharapkan berbagai
              insentif dari pemerintah pusat maupun daerah. Antara lain peniadaan berbagai pajak.

              "Kepada pemerintah pusat, kami mengharapkan dapat ditiadakannya PPh final 10 persen sewa
              yang ditanggung pihak pusat belanja, Pengurangan tarif PLN dan gas serta mohon diberikan
              subsidi bantuan biaya hidup bagi karyawan yang bergerak di pusat belanja," ujar Ketua APPBI
              DKI Ellen Hidayat melalui keterangan tertulis, Jumat (2/7/2021).

              Adapun kepadapemerintah daerah (pemda), pihak asosiasi pusat perbelanjaan meminta untuk
              diberikan relaksasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta penghapusan pajak restoran (PB1)
              hingga parkir.

              "Kami  mengharapkan  bahwa  sesudah  tanggal  20  Juli  2021,  maka  pusat  belanja  dapat
              beroperasional kembali. Kepada pemerintah daerah, kami mengharapkan adanya pengurangan
              besaran PBB, meniadakan Pajak PB1 untuk resto, reklame dan pajak parkir," pintanya.

              Sejak  Covid-19  merebak  di  Indonesia,  lanjut  Ellen,  pusat  perbelanjaan  sudah  mengalami
              berbagai peraturan pengetatan PSBB dan PPKM, sehingga daya tahan pusat belanja juga sudah
              sangat melemah. Begitu pula dengan kerugian yang membesar karena biaya operasional.

              "Di  samping  pusat  belanja  juga  masih  harus  memberikan  diskon  kepada  para  tenant  sesuai
              dengan kemampuannya agar para tenant juga masih bisa bertahan dan membuka lapangan
              kerja.  Namun  mirisnya  di  luar  pusat  belanja  masih  banyak  bisnis  masyarakat  yang  tidak
              menerapkan prokes dengan lengkap dan tepat," ucapnya.

              PHK  bertambah  APPBI  DKI  juga  mengungkapkan  keprihatinannya  akan  pemberlakuan  PPKM
              Darurat yang bisa berimbas terhadap pengurangan karyawan di pusat-pusat perbelanjaan alias
              pemutusan hubungan kerja (PHK).

              Pasalnya sebut Ellen, mal merupakan industri padat karya, dengan banyaknya batasan untuk
              pusat belanja, tentunya daya serap tenaga kerja juga semakin minim.

              "Dengan adanya PPKM Darurat tersebut maka tentunya para tenant dan pusat belanja harus
              merumahkan  para  karyawannya  atau  melakukan  pengurangan  tenaga  kerja.  Hal  ini  yang
              sebenarnya  membuat  kami  sangat  prihatin  pada  situasi  semua  masyarakat  harus  dapat
              meningkatkan  dan  menjaga  kesehatan  pribadi  dan  keluarganya  sehingga  membutuhkan
              penghasilan untuk dapat bertahan," katanya.


                                                           274
   270   271   272   273   274   275   276   277   278   279   280