Page 277 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 277
Judul WNI Terjebak di Jepang: Korban Penipuan, Kerja Serabutan, Ilegal
Nama Media tirto.id
Newstrend Perdagangan Orang
Halaman/URL https://tirto.id/wni-terjebak-di-jepang-korban-penipuan-kerja-
serabutan-ilegal-ghkE
Jurnalis Takehiro Masutomo
Tanggal 2021-07-02 10:00:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PPK & K3
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Ratusan atau bahkan ribuan warga Indonesia bekerja secara ilegal di Jepang karena ditipu oleh
calo dan terjepit di celah kerangka kerja dua negara tersebut. Pandemi Covid-19 yang tak juga
menunjukkan tanda mereda membuat kehidupan mereka semakin buruk. Beberapa WNI yang
visanya overstay menolak untuk saya, seorang jurnalis Jepang, wawancara. Mungkin khawatir
dapat menyebabkan mereka dilaporkan ke polisi. Indra, yang mau diwawancara tapi tidak ingin
saya cantumkan nama aslinya, 30 tahun, juga awalnya menolak. Setelah saya sampaikan niat
untuk melaporkan hal ini agar tidak ada korban lagi, ia baru bersedia menceritakan kisahnya.
WNI TERJEBAK DI JEPANG: KORBAN PENIPUAN, KERJA SERABUTAN, ILEGAL
Ratusan atau bahkan ribuan warga Indonesia bekerja secara ilegal di Jepang karena ditipu oleh
calo dan terjepit di celah kerangka kerja dua negara tersebut. Pandemi Covid-19 yang tak juga
menunjukkan tanda mereda membuat kehidupan mereka semakin buruk.
Beberapa WNI yang visanya overstay menolak untuk saya, seorang jurnalis Jepang, wawancara.
Mungkin khawatir dapat menyebabkan mereka dilaporkan ke polisi. Indra, yang mau
diwawancara tapi tidak ingin saya cantumkan nama aslinya, 30 tahun, juga awalnya menolak.
Setelah saya sampaikan niat untuk melaporkan hal ini agar tidak ada korban lagi, ia baru bersedia
menceritakan kisahnya.
Pada 4 April 2021 kami bertemu di restoran Cina. Dia bersikeras mentraktir saya. Kata dia, ibunya
menyuruhnya untuk memperlakukan teman baru dengan baik.
Indra adalah perokok berat. Jadi kami berjalan di sekitar stasiun untuk mencari kafe yang
memiliki ruang untuk merokok agar dia bisa bercerita dengan lebih nyaman. Kami tidak
menemukan satu pun yang cocok dan terpaksa pindah ke kedai teh tapioka. Di sana saya
mendengar ceritanya dari awal.
Sebelum meninggalkan kampungnya di Blitar, Jawa Tengah, ke Jepang pada 2016, Indra
membayar Rp80 juta untuk apa yang disebut dengan biaya 'pengenalan pekerjaan'—
setengahnya dari pinjaman. Ketika mendarat di Bandara Narita, dia mulai menyadari ada yang
276

