Page 109 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 109

PEMPROV JATENG TURUNKAN TIM PENGAWAS PEMBAYARAN THR

              Semarang : Provinsi Jawa Tengah menurunkan tim pengawas untuk menyelesaikan masalah
              pembayaran tunjangan hari raya (THR) buruh di 18 perusahaan di Jawa Tengah. Para pengusaha
              berkomunikasi dengan buruh agar kasus seperti di Boyolali tidak terulang.

              Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebutkan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
              (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah juga sudah diminta untuk siaga dan menyediakan tempat
              untuk  pengaduan.  Hal  itu  agar  bisa  melakukan  respons  cepat  terkait  permasalahan  THR  di
              sejumlah perusahaan.

              "Semua saya minta untuk merespons dengan cepat. Maka yang 18 perusahaan itu akan kami
              ajak bicara satu persatu. Tim pengawas kita turunkan," kata Ganjar di Kantor Gubernur Jawa
              Tengah, Kamis (6/5/2021).

              Ganjar menegaskan kepada pengusaha agar menjaga komitmen untuk membayarkan THR tahun
              ini. Apabila terjadi persoalan ia meminta pengusaha untuk berkomunikasi dengan para buruh.

              "Saya titip kepada para pengusaha karena ini sudah ketentuan, mari kita komunikasi. Sampaikan
              kepada para buruh karena kita sudah komitmen," kata Ganjar.

              Komunikasi antara pengusaha dan buruh diperlukan agar kejadian seperti di Pan Brothers Boyolai
              tidak terulang di tempat lain. Sebab kejadian di Pan Brothers itu sangat berbahaya, khususnya
              terkait potensi penularan Covid-19.
              "Contoh  yang  di  Boyolali,  kejadian  di  Pan  Brothers  itu  akhirnya  kan  terjadi  kerumunan.
              Bahayanya bukan lagi sekedar soal bayar THR saja tetapi bisa punya potensi penularan (Covid-
              19). Untuk kejadian itu kami sudah turunkan tim dan akhirnya bisa disepakati," ungkap Ganjar.

              Diberitakan  sebelumnya,  Menteri  Ketenagakerjaan  RI,  Ida  Fauziyah,  mengatakan  ada  18
              perusahaan di Jawa Tengah yang diadukan oleh karyawannya karena tidak kunjung memberi
              kepastian soal THR. Perusahaan itu saat ini terus dipantau oleh kementerian dan pemerintah
              daerah.

              Ida mengatakan bahwa sesuai ketentuan yang ada setiap perusahaan harus membayarkan THR
              tepat waktu. Jika terjadi masalah atau perusahaan tidak bisa membayar THR maka harus ada
              komunikasi dan penyelesaian secara kekeluargaan dengan para buruh dan karyawan.

              "Pemberian THR paling lambat H-7 namun kami masih beri kelonggaran kepada perusahaan
              sampai  H-1.  Kalau  perusahaan  tidak  bisa  membayar  H-7  maka  dilakukan  dialog  di  internal
              perusahaan, dialog kekeluargaan," katanya.

              Sementara  jika  sampai  tenggat  waktu  yang  diberikan  perusahaan  tidak  juga  memenuhi
              kewajiban  untuk  memberikan  THR  serta tidak  ada  komunikasi  dengan  karyawan  maka  akan
              diberikan sanksi seusi undang-undang. Sanksi terberatnya bisa saja pencabutan izin.

















                                                           108
   104   105   106   107   108   109   110   111   112   113   114