Page 133 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 133

Judul               Ombudsman Nilai SE Menaker Soal THR Multitafsir
                Nama Media          id.investing.com
                Newstrend           Aturan THR 2021
                Halaman/URL         https://id.investing.com/news/economy/ombudsman-nilai-se-menaker-
                                    soal-thr-multitafsir-2088013
                Jurnalis            redaksi
                Tanggal             2021-05-06 16:45:00
                Ukuran              0
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 17.500.000
                News Value          Rp 52.500.000
                Kategori            Ditjen PHI & Jamsos
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Negatif

              Ringkasan

              Ombudsman  Nilai  SE  Menaker  Soal  THR  Multitafsir  Ombudsman  Republik  Indonesia  (ORI)
              menyambut baik adanya surat edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/6.HK.04/IV/2021
              tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2021.



              OMBUDSMAN NILAI SE MENAKER SOAL THR MULTITAFSIR

              (c) Warta Ekonomi. Ombudsman Nilai SE Menaker Soal THR Multitafsir Ombudsman Republik
              Indonesia (ORI) menyambut baik adanya surat edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor
              M/6.HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan
              Tahun 2021.

              Namun,  Ombudsman  menilai  surat  edaran  ini  bermasalah  karena  multitafsir.  Anggota
              Ombudsman RI, Robert Na Endi Jaweng, mengatakan bahwa SE ini di satu sisi bisa dipandang
              sebagai  sebuah  ketegasan  bahwa  perusahaan  wajib  membayar  THR  paling  lambat  7  hari
              sebelum Hari Raya Idulfitri. "Namun, SE ini juga mengatur, memberikan semacam keringanan
              kepada perusahaan-perusahaan yang tidak mampu membayar THR," kata Robert di Jakarta,
              Rabu (5/5/2021).

              Menurutnya, terdapat dua pilihan atas keringanan ini, yakni tenggat waktu pembayaran THR
              dilakukan pada H-1 sebelum Idulfitri dan pengusaha yang tidak mampu membayar. Ada tiga
              kemungkinan yang bisa terjadi dari SE, pembayaran THR tersebut.
              Pertama, perusahaan akan memenuhi kewajiban mereka untuk membayar THR paling lambat
              H-7. Kedua, terdapat kelompok perusahaan yang akan membayar THR dari H-7 hingga H-1,
              serta ketiga perusahaan yang bahkan setelah Lebaran belum tentu bisa membayar THR kepada
              karyawannya.
              "Poin ketiga ini yang harus mendapat pengawasan dan pencermatan yakni, perusahaan yang
              tidak membayar THR meskipun setelah Lebaran," ujar dia.

              Untuk  itu,  Ombudsman meminta  Dinas  Ketenagakerjaan  di  setiap  provinsi  melakukan  fungsi
              pegawasan  dan  memantau  proses  dialog  yang  berlangsung  antara  perusahaan  dan  serikat
              pekerja bila perusahaan mengajukan ketidakmampuan untuk membayar THR 2021.

                                                           132
   128   129   130   131   132   133   134   135   136   137   138