Page 203 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 203

yakni perusahaan yang tak mampu bisa membayar H-1. Lalu, ada yang menafsirkan perusahaan
              bisa membayar setelah lebaran tetapi dengan memenuhi seluruh persyaratan.
              "Sosialisasi ini sangat penting, tanpa kesamaan persepsi maka kemudian akan berbeda tindakan
              yang diambil pemda atau perusahaan yang bersangkutan," tuturnya.

              Kedua,  terkait  keterbukaan  atau  transparansi  catatan  keuangan  perusahaan.  Kata  Robert,
              catatan  keuangan  perusahaan  harus  dibuktikan  dengan  valid  pada  pekerja  dan  pengawas
              ketenagakerjaan. Menurut dia, jika tidak ada mekanisme atau jaminan pembuktian yang valid,
              maka ini akan merugikan pekerja.

              "Mekanisme pembuktian soal laporan keuangan itu harus benar-benar clear and clean supaya
              pihak buruh mengerti," ucapnya.

              Ketiga,  tantangan  pembayaran  THR  2021  ada  pada  tingkat  pemerintah  daerah.  Khususnya
              berkaitan dengan pengawasan pelaksanaan THR 2021. Sebab, kewenangan pengawasan berada
              pada tingkat provinsi. Karena itu, pemerintah harus melakukan pengawasan yang intensif pada
              perusahaan, dan tegas pada perusahan yang tidak melakukan kewajiban.

              "Tentu Ombudsman akan memantau dan mengawasi sejauh mana koordinasi dan pembinaan
              dan  pengawasan  yang  dilakukan  oleh  Kementerian  Ketenagakerjaan  terhadap  Dinas
              Ketenagakerjaan  di  daerah.  Karena  dinas-dinas  ini  adalah  bagian  dari  perangkat  daerah,
              Ombudsman akan menggeser fokus kepada dinas yang bersangkutan," jelasnya.

              Terakhir, adanya potensi maladministrasi. Robert menjelaskan khususnya bila pemerintah tidak
              mampu  melaksanakan  ketentuan  dalam  SE  Menaker.  Potensi  maladministrasi  di  antaranya
              pengabaian kewajiban hukum hingga penundaan berlarut.

              "Memang  kuncinya  saya  kira  pada  pengawasan  tadi,  sejauh  mana  efektivitas  pengawasan
              khususnya di tingkat provinsi baik gubernur maupun dinasnya itu benar-benar bisa melakukan
              proses pengawasan," tuturnya.

              Ombudsman meminta perwakilannya di daerah untuk membuka posko pengaduan bagi pekerja
              yang memiliki masalah terkait THR 2021. Tujuannya agar hak-hak buruh atau pekerja dapat
              dipenuhi.

              "Kita berharap pada para kepala perwakilan dan teman-teman perwakilan Ombudsman di 34
              provinsi membuka posko pengaduan dan melakukan observasi intensif, baik pada perusahaan
              dan juga pada dinas-dinas ketenagakerjaan," ucapnya.

              Menurut  Robert,  pengawasan  perlu  dilakukan  agar  perusahaan  tidak  melakukan  keputusan
              secara sepihak.

              Sebab, dalam SE Kemnaker itu disebutkan bahwa harus ada dialog antara perusahaan dan buruh
              atau pekerja terkait dengan pemberian THR.

              "Dialog ini harus terbuka, egaliter, dan tidak ada proses tekan menekan," ujarnya.

              Dinas Ketenagakerjaan Provinsi, kata Robert, harus mengawasi dialog bipartit ini. Sehingga, tidak
              ada upaya yang tidak diinginkan terjadi. Kesepakatan pun, kata dia, harus dituangkan dalam
              dokumen bersama menyangkut skema pembayaran dan batas waktu.
              "Idealnya  kita  mengharapkan  perusahaan  itu  bisa  membayar  tanpa  cicilan  dan  tepat  waktu.
              Tetapi kita juga melihat dari surat edaran ini ada tambahan ruang situasi hari ini bisnis dan
              perusahaan itu tidak semuanya berada di tingkat yang optimal. Ini memang kerangka yang ada
              di surat edaran," tuturnya.


                                                           202
   198   199   200   201   202   203   204   205   206   207   208