Page 200 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 200

Itu  artinya  THR  tidak  sesuai  dengan  Surat  Edaran  Menteri  Tenaga  Kerja  Indonesia  Nomor
              Menaker  NO.  M/6/HK/.04/IV/2021,  tanggal  12  April  2021,  tentang  Pelaksanaan  Pemberian
              Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah. Sementara bagi
              pekerja/buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus menerus namun kurang dari 12 bulan,
              THR  diberikan  secara  proporsional  sesuai  dengan  perhitungan  masa  kerja  dibagi  12  bulan
              kemudian dikali 1 bulan upah.

              Adapun  bagi  pekerja/buruh  yang  bekerja  berdasarkan  perjanjian  kerja  harian  yang  telah
              mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah
              yang diterima selama 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              Sedangkan bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1
              bulan dihitung berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.
              Unjuk rasa sekitar 400 buruh pabrik aksesoris sepatu itu diawali dengan mogok kerja shift malam
              mulai pukul 21.00-23.00 WIB, dengan korlap Haerudin selaku salah satu pekerja shift malam.

              "Memang benar, ada pemotongan THR bagi buruh yang masa kerjanya di atas satu tahun hanya
              akan diberikan THR sebesar Rp. 50 ribu dengan alasan terdampak pandemi, bagaimana yang
              dibawah 1 tahun, makanya kami menolak kebijakan itu," ujar Haerudin.

              Haerudin juga menyatakan akan menggelar mogok kerja esok hari jika tuntutan mereka tidak
              direspon. Pasalnya, THR harus diberikan kepada pekerja/buruh paling lambat 7 hari sebelum
              hari raya keagamaan.

              THR keagamaan tahun ini pun wajib dibayar penuh dan tepat waktu oleh pelaku usaha, berbeda
              pada  2020  lalu  saat  pemerintah  memberikan  kelonggaran  kepada  para  pengusaha  untuk
              memberikan THR secara bertahap.

              Jika pengusaha tidak membayar THR kepada para pekerjanya sesuai aturan pemerintah maka
              dapat  dikenai  sanksi  administratif  sebagaimana  tertuang  dalam  Peraturan  Pemerintah  (PP)
              Nomor 36 Tahun 2021, mulai dari teguran, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara
              kegiatan produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.

              Ia  pun  menyayangkan  pihak  manajemen  tidak  melakukan  musyawarah  dengan  para
              buruh/pekerja terlebih dahulu terkait rencana besaran pemberian THR.

              Pihak  manajemen  PT.  API  kemudian  merespon  aksi  mogok  kerja  dengan  melakukan
              musyawarah. Sempat terjadi kegaduhan saat para buruh dengan tegas menolak kebijakan pabrik
              tentang pemberian THR yang tak sesuai aturan pemerintah.
              Saat kegaduhan berlangsung datang petugas Kamtibmas dari Polsek dan Koramil 03 Wanasari
              untuk menenangkan mereka. Saat para buruh telah tenang maka musyawarah pun dilanjutkan
              kembali dan akhirnya pihak pabrik menyetujui pemberian THR sesuai aturan pemerintah.

              Rio, selaku Manajer Bagian Umum PT. API membenarkan jika sempat terjadi kegaduhan saat
              musyawarah berlangsung.

              "Kesimpulannya tadi manajemen sudah sepakat jika pemberian THR sesuai dengan ketentuan
              pemerintah, dan kapan pemberiannya akan disampaikan dalam waktu dekat," katanya.

              Menurutnya, aksi protes dan mogok kerja sementara itu telah menjadi pembelajaran berharga
              bagi pihak manajemen.


                                                           199
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205