Page 228 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 228
Judul SE THR Kemnaker Multitafsir
Nama Media Kolaka Pos
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL Pg7
Jurnalis fin
Tanggal 2021-05-06 09:54:00
Ukuran 256x75mmk
Warna Warna
AD Value Rp 15.360.000
News Value Rp 76.800.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Ringkasan
Surat Edaran (SE) tentang Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterbitkan Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker) dinilai multitafsir. Di sisi lain ada ketegasan, tapi ada pula
keringanan. Anggota Ombudsman Robert Na Endi Jaweng mengatakan SE No. M/6.HK.04/
1V/2021 yang dikeluarkan Kemnaker terkait THR keagamaan sangat multitafsir. Meski demikian,
SE tersebut juga mendapat apresiasi.
SE THR KEMNAKER MULTITAFSIR
Surat Edaran (SE) tentang Tunjangan Hari Raya (THR) yang diterbitkan Kementerian
Ketenagakerjaan (Kemnaker) dinilai multitafsir. Di sisi lain ada ketegasan, tapi ada pula
keringanan.
Anggota Ombudsman Robert Na Endi Jaweng mengatakan SE No. M/6.HK.04/ 1V/2021 yang
dikeluarkan Kemnaker terkait THR keagamaan sangat multitafsir. Meski demikian, SE tersebut
juga mendapat apresiasi.
"Kami menyambut baik, namun hanya saja isi dari surat tersebut yang membuat multitafsir di
lapangan," katanya dalam keterangannya, Rabu (5/5).
Dikatakannya, dalam SE tersebut ada ketegasan Pemerintah yang menyebutkan perusahaan
wajib membayar THR paling lambat 7 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri. Artinya, mulai Kamis
(6/5) perusahaan harusnya sudah membayar THR pada karyawannya.
'Kita akan melihat apakah pihak perusahaan tepat waktu membayar kewajiban sesuai surat
tersebut?," katanya.
Selain ketegasan, di sisi lain ada keringanan yang diberikan pemerintah kepada perusahaan-
perusahaan yang tidak mampu membayar THR. Bagi perusahaan yang tak mampu diberikan dua
pilihan.
Pertama, pembayaran THR paling lambat H-1 sebelum Idul Fitri. Namun, bagaimana dengan
karyawan yang setelah Lebaran tidak menerima THR.
227

