Page 18 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 18

Judul               Klaim Menaker soal Turunnya Angka Pengangguran Terbuka Bisa
                                    Menyesatkan
                Nama Media          Koran Jakarta
                Newstrend           Tingkat Pengangguran Terbuka
                Halaman/URL         Pg1
                Jurnalis            E-9
                Tanggal             2021-05-25 04:50:00
                Ukuran              105x333mmk
                Warna               Warna
                AD Value            Rp 44.100.000
                News Value          Rp 441.000.000
                Kategori            Ditjen Binapenta
                Layanan             Korporasi
                Sentimen            Positif



              Ringkasan

              Klaim  Menteri  Tenaga  Kerja  (Menaker),  Ida  Fauziyah,  bahwa  jumlah  pengangguran  terbuka
              Indonesia menurun sekitar 950 ribu orang dari 9,7 juta jiwa pada Agustus 2020 menjadi 8,75
              juta per Februari 2021 bisa menyesatkan. Sebab, faktanya jumlah tenaga kerja yang dirumahkan
              terus  bertambah,  sedangkan  angkatan  kerja  yang  mendapat  pekerjaan  tidak  mengalami
              kenaikan  berarti.  Guru  Besar  Sosiologi  Ekonomi  dari  Universitas  Airlangga  (Unair)  Surabaya,
              Bagong Suyanto, mengatakan klaim penurunan angka pengangguran terbuka bisa jadi benar,
              jika  dibandingkan  dengan  tahun  2020.  Namun  yang  perlu  menjadi  perhatian  apakah  nilai
              keuntungan yang diraih oleh pelaku ekonomi kecil masih sama atau layak, mengingat semakin
              banyak yang terlibat.



              KLAIM MENAKER SOAL TURUNNYA ANGKA PENGANGGURAN TERBUKA BISA
              MENYESATKAN

              JAKARTA - Klaim Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Ida Fauziyah, bahwa jumlah pengangguran
              terbuka Indonesia menurun sekitar 950 ribu orang dari 9,7 juta jiwa pada Agustus 2020 menjadi
              8,75  juta  per  Februari  2021  bisa  menyesatkan.  Sebab,  faktanya  jumlah  tenaga  kerja  yang
              dirumahkan  terus  bertambah,  sedangkan  angkatan  kerja  yang  mendapat  pekerjaan  tidak
              mengalami kenaikan berarti.

              Guru  Besar  Sosiologi  Ekonomi  dari  Universitas Airlangga  (Unair)  Surabaya,  Bagong  Suyanto,
              mengatakan klaim penurunan angka pengangguran terbuka bisa jadi benar, jika dibandingkan
              dengan tahun 2020. Namun yang perlu menjadi perhatian apakah nilai keuntungan yang diraih
              oleh pelaku ekonomi kecil masih sama atau layak, mengingat semakin banyak yang terlibat.

              "Hal  yang  menjadi  persoalan  adalah  pelaku-pelaku  usaha  mikro  yang  sekarang  banyak
              menerapkan ke ekonomi digital ini apakah masih 8 menikmati nilai keuntungan yang cukup.
              Karena  tentu  mereka  ada  yang  mensponsori,  dan  semakin  banyak  4  jaringan  yang  terlibat,
              konsekuensinya keuntungan yang masuk semakin banyak di-share? kata Bagong.





                                                           17
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23