Page 52 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 52

Ida  mengatakan,  jumlah  pengangguran  terbuka  Indonesia  mengalami  penurunan  sekitar
              950.000 orang pada Februari 2021.
              "  Pengangguran  terbuka  kita  dibandingkan  Agustus  2020  menurun,  Agustus  2020,  akibat
              pandemi pengangguran kita 9,7 juta. Alhamdulillah dengan segala cara kita bisa menurunkan
              pengangguran kita berkurang 950.000," kata Ida.

              Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk usia kerja Indonesia pada Februari 2021
              berjumlah 205,36 juta.

              Dari jumlah tersebut, sebanyak 139,81 juta atau 68,08 persen adalah angkatan kerja. Dengan
              rincian 131,06 juta atau 93,74 persen berstatus bekerja dan 8,75 juta atau 6,26 persen berstatus
              penganggur terbuka.

              Terima kasih telah membaca Kompas.com.
              Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.

              Daftarkan  email  Sebanyak  59,62  persen  berstatus  pekerja  informal  dan  sebagian  besar
              berpendidikan maksimal SD ke bawah (40,38 persen).

              Namun  demikian,  tingkat  pengangguran  tertinggi  justru  berpendidikan  SMK  sebanyak  11,45
              persen,  diikuti  SMA  (8,55  persen),  universitas  (6,97  persen)  dan  diploma  (6,61  persen).
              Sementara tingkat pengangguran berpendidikan SMP hanya 5,87 persen dan maksimal SD hanya
              3,13 persen.

              Ida mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk mengatasi ketidakcocokan
              antara kebutuhan industri dan kemampuan pekerja, yaitu transformasi balai latihan kerja (BLK)
              dan link and match ketenagakerjaan.

              Dua  Kebijakan  Kemenaker  untuk  mengatasi  mismatch  ketenagakerjaan  tahun  2020-2024,
              pertama dengan transformasi Balai Latihan Kerja dengan arah kebijakan mengubah secara total
              BLK  sebagai  Balai  Pelatihan  Vokasi  yang  menjadi  pusat  pengembangan  kompetensi  dan
              produktivitas tenaga kerja yang berdaya saing di tingkat nasional dan intenasional.

              "Transformasi  BLK  dilakukan  dengan  reformasi  kelembagaan,  sampai  reorientasi  SDM  untuk
              meningkatkan kualitas layanan BLK. Kita optimalkan potensi kapasitas latih UPTP, UPTD, dan
              BLK Komunitas kepada 483.991 orang per tahun, yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi
              kebutuhan pasar kerja dengan sebaran di seluruh Indonesia," ujar Ida.

              Kebijakan  yang  kedua  yaitu,  Link  and  Match  Ketenagakerjaan  dengan  arah  kebijakan
              membangun integrasi pelatihan, sertifikasi, dan penempatan tenaga kerja dalam sebuah bisnis
              proses yang utuh dan efektif untuk mempertemukan pencari kerja dengan permintaan pasar
              kerja.

              "Kita terapkan strategi mengintegrasikan sistem pelatihan, sertifikasi, dan penempatan, yaitu
              pengembangan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia indsutri (DuDi)," tambah Ida.

              Dalam  rangka  mendukung  sertifikasi  kompetensi  lulusan  pendididkan  dan  pelatihan  vokasi,
              terdapat pula 1.925 Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang telah mendapatkan lisensi dari Badan
              Nasional  Sertifikasi  Profesi  (BNSP)  yang  siap  melaksanakan  sertifikasi  bagi  tenaga  kerja  di
              seluruh Indonesia.






                                                           51
   47   48   49   50   51   52   53   54   55   56   57