Page 365 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 365

"Perjanjian  kerja  diberikan  1  hari  sampai  1  jam  sebelum  berangkat,  mereka  tidak  diberi
              kesempatan  berkonsultasi  perjanjian  kerja  dengan  siapa  pun,  balikan  dipaksa  untuk
              menandatangani surat pernyataan akan membayar denda apabila tidak menyelesaikan masa
              kerja," ucap Fadilla.

              Peraturan turunan

              Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  yang  hadir  sebagai  pembicara  kunci  menjelaskan,
              pemerintah tengah menyelesaikan peraturan turunan dari UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang
              Pelindungan Pekerja Migran Indonesia. Di antaranya, rancangan peraturan pemerintah tentang
              penempatan dan pelindungan pelaut awak kapal dan pelaut perikanan yang saat ini posisinya
              berada di Kementerian Sekretariat Negara.

              Meskipun belum menyeluruh, penyusunan rancangan peraturan pemerintah telah mengacu pada
              ILO  Maritime  Labor  Convention,  ILO  C188  on  Work  in  Fishing  Convention,  dan  berbagai
              peraturan perundang-undangan nasional lain di bidang pelayaran, kelautan, dan perikanan.
              Kementerian Ketenagakerjaan juga tengah mengusahakan kerja sama bilateral dengan negara
              penempatan melalui nota kesepahaman (MoU). Bekerja sama dengan ILO untuk peningkatan
              kapasitas SDM pengawas, melakukan inspeksi bersama antara pengawas ketenagakerjaan dan
              pengawas perikanan, serta melakukan pembinaan serta pengawasan terhadap perusahaan yang
              menempatkan  pekerja  migran  perikanan  sehingga  dalam  operasionalnya  tidak  melanggar
              aturan.

              Seiring upaya mewujudkan tata kelola ABK migran, Ida berharap, potensi laut nasional dan yang
              ada  di  dalamnya  mutlak  dilakukan  untuk  kepentingan  Bersama.  "Saya  berharap  untuk  terus
              berkolaborasi dalam memberikan pelindungan kepada awak kapal perikanan yang bekerja di
              kapal asing, mulai dari sebelum hingga selesai bekerja sehingga mereka nantinya dapat bekerja
              secara layak dan tentunya terlindungi."

              Masalah penting

              Keterlibatan  multipihak  juga  dikatakan  Kepala  Badan  Pelindungan  Pekerja  Migran  Indonesia
              (BP2MI) Benny Ramdhani. "Permasalahan ABK migran tidak dapat diselesaikan secara 1 pihak/1
              institusi,  diperlukan  upaya  serius  dan  kolaborasi  yang  ekstensif.  BP2MI  memberikan
              penghargaan  kepada  ABK,  sebagai  pahlawan  devisa  Indonesia  yang  menyumbang  remitensi
              sebesar Rp 158,9 triliun atau setara dengan 7 persen dari nilai APBN Indonesia. Oleh karena itu,
              Pemerintah Indonesia sangat serius dalam perbaikan tata kelola pelindungan pekerja migran
              Indonesia, termasuk ABK."

              Benny menyoroti lima masalah penting yang harus mendapat perhatian serius. Di antaranya,
              tidak adanya data tunggal tentang ABK, carut marut tata kelola pelindungan ABK, tidak adanya
              kontrol memadai oleh negara, penempatan ABK oleh perusahaan perekrut yang tidak melalui
              mekanisme sesuai UU, serta perjanjian kerja laut (PKL) yang tidak memihak kepada ABK.

              Founding Director Stanford Center for Human Rights and International Justice (CHRIJ) David
              Cohen  dalam  sambutannya  menerangkan,  penyelesaian  masalah  perdagangan  manusia  dan
              perbudakan modern, khususnya di sektor perikanan terbilang sulit, karena memiliki tantangan
              tersendiri.

              Cohen  juga  menyampaikan,  melihat  kasus  pelanggaran  HAM  yang  menimpa  ABK  Indonesia
              beberapa tahun terakhir, Stanford Center for Ocean Solutions dan CHRIJ berkolaborasi dengan
              IOJI untuk berusaha menyelesaikan masalah ini. Tidak hanya memperkuat kerangka hukum dan
              melindungi HAM, tetapi juga mengadvokasikan transparansi pada rantai pasok perikanan dengan
              harapan dapat mencegah segala bentuk eksploitasi ke depannya.


                                                           364
   360   361   362   363   364   365   366   367   368   369   370