Page 362 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 362
Hal itu diungkapkan Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kota Cimahi Edi Suherdi,
beberapa waktu lalu.
"Tahun lalu terdapat perusahaan di Cimahi yang belum membayarkan THR sampai sekarang.
Sudah ada dialog buruh dan perusahaan, disanggupi bayar segera. Perusahaan tersebut
memang mengajukan tutup produksi," ujarnya.
Oleh karena itu, lanjut dia, jajaran buruh se-Kota Cimahi mengantisipasi agar penundaan bayar
THR tidak lagi dialami buruh. "Kami segera mungkin meminta wali kota turun tangan sejak dini
agar tidak ada gejolak terkait THR," katanya.
Apalagi, lanjut Edi, sudah ada SE Menaker tahun 2021 yang menyatakan THR harus dibayar
penuh. Namun, dalam SE tersebut juga muncul klausul jika perusahaan mengalami dampak
ekonomi akibat pandemi Covid, maka pembayaran THR bisa dibicarakan.
"Apabila kondisi Covid terganggu kegiatan produksi maka dapat dibicarakan atau dialog antara
pengusaha dan pekerja untuk THR. Kami menekankan kepada Pemkot Cimahi agar tidak ada
dialog untuk keringanan THR atau dicicil," ujarnya.
Mengingatkan
Pelaksana Tugas Wali Kota Cimahi Ngatiyana mengingatkan perusahaan menaati SE Menaker
tentang THR tahun 2021.
"Aspirasi dari buruh mengenai THR tahun 2021 diberikan kepada buruh jangan sampai dicicil.
Sudah ada surat edaran dari Menteri Tenaga Kerja mengenai hal tersebut bahwa THR dibayar
penuh dan diberikan maksimal tujuh hari sebelum Lebaran," ujarnya. (Ririn Nur Febriani)***
361

