Page 358 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 358

Kemudian,  posisi  Menteri  Hukum  dan  HAM  (Menkumham)  yang  juga  dinilainya  perlu  untuk
              dikoreksi.  Ia  meyakini,  kekacauan  hukum  yang  terjadi  belakangan  juga  tidak  terlepas  dari
              lemahnya kepemimpinan kementerian tersebut.

              Wempy  juga  membaca,  reshuffle  berpeluang  membuka  masuknya  partai  di  luar  pemerintah
              untuk bergabung menjadi koalisi. Ia menilai, potensi tersebut sangat kuat dimiliki oleh PAN.
              Wempy  mengatakan,  sikap  PAN  yang  tidak  tegas  mengambil  posisi  oposisi  atau  koalisi
              menjadikan partai tersebut memiliki potensi lebih kuat masuk koalisi dibandingkan dengan PKS
              dan Partai Demokrat.

              Wempy  mengatakan,  PKS  dan  Partai  Demokrat  selalu  menegaskan  sikap  oposisi  mereka  di
              publik,  sedangkan  hal  serupa  tidak  dilakoni  oleh  PAN.  "Tetapi,  saya  melihat  bahwa  untuk
              kepentingan politik, PAN pasti punya kepentingan untuk masuk ke dalam kekuasaan. Dengan
              demikian, saya kira, jika PAN masuk dalam kekuasaan, koalisi pemerintah hari ini akan sangat
              besar dan signifikan, bahkan bisa mencapai absolut 78,61%," tuturnya.

              Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) Lucius Karus juga menyatakan pendapat
              senada. Ia berpandangan, selama ini memang gelagat PAN terkesan manis terhadap pemerintah.
              PAN tidak mengambil garis tegas menyatakan mereka oposisi kendati posisinya berada di luar
              pemerintahan.

              "Ada PAN yang selama ini sudah menjadi partai yang manis di hadapan pemerintah, tapi pada
              saat bersamaan tidak ada apresiasi berupa kekuasaan yang bisa dinikmati. Walaupun terkesan
              dicuekin oleh Presiden, PAN bergeming. PAN tetap pada pendiriannya untuk kemudian tidak
              menunjukkan posisinya sebagai oposisi, seperti PKS," tutur Lucius. (Muhammad Irfan)***















































                                                           357
   353   354   355   356   357   358   359   360   361   362   363