Page 376 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 376

Berarti tak lagi dicicil atau dipotong seperti tahun lalu. Sebab, tahun 2020 pemerintah telah
              memberi banyak keringanan dan stimulus kepada para pengusaha.
              Kita  tahu,  masih  banyak  perusahaan  yang  terdampak  pandemi  Covid-19.  Akibatnya,  tidak
              mampu memberikan THR sesuai waktu yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

              Menaker berharap gubernur dan bupati/wali kota memberi solusi dengan mewajibkan pengusaha
              melakukan dialog dengan pekerja. Tujuannya mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara
              kekeluargaan dan dengan iktikad baik.

              Perusahaan bersangkutan juga harus dapat membuktikan ketidakmampuan untuk membayar
              THR  sesuai  waktu  yang  ditentukan  berdasarkan  laporan  keuangan  internal  2  tahun  terakhir
              secara  transparan.  Jadi  tidak  bisa  seenaknya  mengaku  kesulitan  keuangan  tapi  pemilik  dan
              keluarga masih bisa berfoya-foya.

              Ada semangat kesetiakawanan sosial yang menjadi misi pemberian THR ini. Kita tahu bahwa
              setiap menjelang hari raya, pengeluaran keluarga menjadi lebih besar dari biasa.

              Keberadaan  THR  ini  membantu  pekerja  atau  buruh  merayakan  Hari  Kemenangan  bersama
              keluarganya. Meskipun mudik resmi dilarang, pengeluaran besar tetap tak terelakkan.

              Sesuai aturan, THR paling lambat dibayarkan tujuh hari menjelang hari raya keagamaan atau H-
              7 Lebaran. Namun, pemerintah selalu menyarankan bahwa jauh lebih baik jika diberikan dua
              minggu sebelumnya atau H-14 Lebaran.
              Saran serupa juga disampaikan kalangan legislatif. Tentu anjuran ini bukan tanpa alasan karena
              memang lebih cepat lebih baik dalam urusan penganggaran.

              Terlebih  Permenaker  sudah  menetapkan  sanksi  berupa  denda  bagi  mereka  yang  telat
              membayarkan THR. Denda ini tak menghilangkan kewajiban pengusaha memberikan tunjangan
              hari raya tersebut.

              Misi  lain  daripada  pemberian  THR  ini  adalah  mendongkrak  daya  beli  masyarakat  yang  pada
              gilirannya memutar roda perekonomian. Keyakinan Menteri Keuangan Sri Mulyaniini juga diamini
              para ekonom yang melihat bahwa lebih dari separuh ekonomi Indonesia disusun oleh konsumsi
              masyarakat. (*).
































                                                           375
   371   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381