Page 378 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 378

Ringkasan

              Mengacu pada keterangan resmi SPBI yang diterima CNBC Indonesia menyebutkan kebijakan
              yang selama ini diterapkan PT Fast Food Indonesia kepada para buruhnya dianggap tidak adil.
              SPBI menjelaskan, pada April 2020 tahun lalu perusahaan mengeluarkan kebijakan pemotongan
              dan penahanan upah. Bahkan, Tunjangan Hari Raya (THR) yang dibayarkan tidak sesuai dengan
              ketentuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB). Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk Justinus Dalimin
              Juwono akhirnya buka suara soal aksi tersebut. Ia menegaskan, pekerja yang demo kemarin
              tidak mewakili suara serikat pekerja restoran KFC di seluruh Indonesia.



              SPBI MINTA KEMENAKER SELIDIKI DUGAAN PELANGGARAN NORMA
              KETENAGAKERJAAN DI PT FAST FOOD INDONESIA TBK

              SRIPOKU.COM, JAKARTA - Mengacu pada keterangan resmi SPBI yang diterima CNBC Indonesia
              menyebutkan  kebijakan  yang  sela  maini  diterapkan  PT  Fast  Food  Indonesia  kepada  para
              buruhnya  dianggap  tidak  adil.  SPBI  menjelaskan,  pada  April  2020  tahun  lalu  perusahaan
              mengeluarkan kebijakan pemotongan dan penahanan upah. Bahkan, Tunjangan Hari Raya (THR)
              yang dibayarkan tidak sesuai dengan ketentuan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

              "Akibat  dari  kebijakan  ini,  sebagian  pekerja  KFC  mendapatkan  upah  jauh  di  bawah  upah
              minimum kota atau kabupaten yang berlaku tahun 2020," jelas SPBI.

              Selain  itu,  pemilik  waralaba  tunggal  untuk  merek  KFC  ini  juga  mengeluarkan  kebijakan
              penundaan  pembayaran  tunjangan  kelahiran,  kematian,  pernikahan,  dan  penghargaan  masa
              kerja.

              "Padahal kebijakan ini sudah dituangkan dalam PKB dan penerapan jam kerja 28 jam per minggu
              bagi pekerja yang dirumahkan dan pekerja store yang tutup sementara," jelasnya.

              SPBI menjelaskan situasi ini telah dialami para pekerja dan buruh selama hampir satu tahun
              sejak pandemi Covid-19. Bahkan, para pekerja dan buruh merasa belum mendapatkan kejelasan
              terkait hal itu.

              "Hingga hari ini belum ada kejelasan, kapan semua ini akan dibayarkan dan dihentikan oleh
              pengusaha kepada pekerja. Di balik cita rasa KFC Jagonya Ayam, terselip duka dan air mata
              ekonomi pekerja KFC di tengah wabah pandemi," katanya.
              Merespons situasi tersebut, para pekerja dan buruh menuntut mengeluarkan kebijakan terkait
              pembayaran upah dan segera mengembalikan upah yang selama ini ditahan.

              "Memberikan tunjangan hari raya 2021 sesuai PKB KFC, memberikan hak tunjangan-tunjangan
              dan penghargaan masa kerja, menaikkan upah level staf, bayarkan upah lemburnya," jelasnya.

              Terakhir, kalangan pekerja dan buruh meminta agar Kementerian Ketenagakerjaan melakukan
              pemeriksaan dugaan pelanggaran norma ketenagakerjaan di PT Fast Food Indonesia Tbk.

              Demo Imbas dari semua itu, Senin (12/4) lalu, kalangan buruh yang tergabung dalam Solidaritas
              Perjuangan Buruh Indonesia (SPBI) SBT PT Fast Food Indonesia Tbk menggelar aksi demonstrasi
              di depan gerai KFC Gelael, MT Haryono, Jakarta, yang juga sebagai lokasi kantor pusat.
              Para pekerja mendesak PT Fast Food Indonesia Tbk untuk mengeluarkan kebijakan pembayaran
              upah sebagaimana mestinya dan mengembalikan upah yang selama ini ditahan oleh perusahaan.





                                                           377
   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383