Page 379 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 379

Direktur PT Fast Food Indonesia Tbk Justinus Dalimin Juwono akhirnya buka suara soal aksi
              tersebut.  Ia  menegaskan,  pekerja  yang  demo  kemarin  tidak  mewakili  suara  serikat  pekerja
              restoran KF di seluruh Indonesia.

              "Itu serikat pekerja lain, yang kita tidak tahu.

              Kita ada Serikat Pekerja Fast Food Indonesia (SPFFI)," kata Justinus kepada CNBC Indonesia,
              Selasa (13/4). SPFFI merupakan serikat buruh yang menjadi anggota dari SPBI. Ia menegaskan
              ihwal  persoalan  kebijakan  perusahaan  yang  terkait  para  pekerja  sudah  disampaikan,
              dirundingkan,  dan  ada  kesepakatan  dengan  SPFFI.  Ia  menegaskan  segala  persoalan  sudah
              selesai dibahas dengan serikat pekerja.

              "Jadi sudah ada pembicaraan klarifikasi sama serikat pekerja kita sudah beres dengan serikat
              pekerja kita. Sudah tuntas," katanya.

              Persoalan-persoalan yang sempat dibahas antara pihak manajemen KFC dengan SPFFI antara
              lain  soal  penundaan  THR,  pemangkasan  gaji  dan  sebagainya  sudah  dikomunikasikan  dan
              disepakati.Kebijakan itu karena upaya dari manajemen agar tetap bertahan di tengah tekanan
              pandemi covid-19, agar tak ada PHK.

              "Kita nggak tahu tiba-tiba demo, dia (SPBI) tak mewakili karyawan kita," katanya.

              "Jadi sudah clear sejak lama, kesepakatan sejak lama, seperti THR sudah kita bayarkan, untuk
              tahun ini belum kan nanti Mei," katanya.
              Berdasarkan keterangan resmi SPBI yang diterima CNBC Indonesia, kebijakan yang selama ini
              diterapkan PT Fast Food Indonesia kepada para buruhnya dianggap tidak adil. SPBI menjelaskan,
              pada April 2020 lalu perusahaan mengeluarkan kebijakan pemotongan dan penahanan upah.
              Bahkan, Tunjangan Hari Raya (THR) yang dibayarkan tidak sesuai dengan ketentuan Perjanjian
              Kerja Bersama (PKB).

              "Akibat  dari  kebijakan  ini,  sebagian  pekerja  KFC  mendapatkan  upah  jauh  di  bawah  upah
              minimum kota atau kabupaten yang berlaku tahun 2020," jelas SPBI.

              Selain  itu,  pemilik  waralaba  tunggal  untuk  merek  KFC  ini  juga  mengeluarkan  kebijakan
              penundaan  pembayaran  tunjangan  kelahiran,  kematian,  pernikahan,  dan  penghargaan  masa
              kerja.

              "Padahal kebijakan ini sudah dituangkan dalam PKB dan penerapan jam kerja 28 jam per minggu
              bagi  pekerja  yang  dirumahkan  dan  pekerja  store  yang  tutup  sementara,"  jelasnya.  SPBI
              menjelaskan situasi ini telah dialami para pekerja dan buruh selama hampir satu tahun sejak
              pandemi  Covid-19.  Bahkan,  para  pekerja  dan  buruh  merasa  belum  mendapatkan  kejelasan
              terkait hal itu.
              "Hingga hari ini belum ada kejelasan, kapan semua ini akan dibayarkan dan dihentikan oleh
              pengusaha kepada pekerja.

              Di balik cita rasa KFC Jagonya Ayam, terselip duka dan air mata ekonomi pekerja KFC di tengah
              wabah  pandemi,"  katanya.  Merespons  situasi  tersebut,  para  pekerja  dan  buruh  menuntut
              mengeluarkan kebijakan terkait pembayaran upah dan segera mengembalikan upah yang selama
              ini ditahan.

              "Memberikan tunjangan hari raya 2021 sesuai PKB KFC, memberikan hak tunjangan-tunjangan
              dan penghargaan masa kerja, menaikkan upah level staf, bayarkan upah lemburnya," jelasnya.

              Terakhir, kalangan pekerja dan buruh meminta agar Kementerian Ketenagakerjaan melakukan
              pemeriksaan dugaan pelanggaran norma ketenagakerjaan di PT Fast Food Indonesia Tbk.
                                                           378
   374   375   376   377   378   379   380   381   382   383   384