Page 455 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 455

MENAKER LANTIK 11 PEJABAT TINGGI MADYA DI LINGKUNGAN KEMNAKER

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, melantik 11 pejabat Pimpinan Tinggi Madya
              di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan. Pelantikan jajaran pejabat Pimpinan Tinggi Madya
              ini sesuai dengan Perpres Nomor 95 Tahun 2020 tentang Kementerian Ketenagakerjaan yang
              memuat  perubahan  Struktur  Organisasi  dan  Tata  Kelola  Kemnaker  (SOTK)  yang  baru  Ke-11
              pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik yakni Anwar Sanusi sebagai Sekretaris Jenderal;
              Budi Hartawan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas;
              Suhartono  sebagai  Dirjen  Pembinaan  Penempatan  Tenaga  Kerja  dan  Perluasan  Kesempatan
              Kerja;  Haiyani  Rumondang  sebagai  Dirjen  Pembinaan  Pengawasan  Ketenagakerjaan  dan
              Keselamatan  Kerja  (Binwasnaker  &  K3);  Bambang  Satrio  Lelono  sebagai  Kepala  Badan
              Perencanaan  dan  Pengembangan  Ketenagakerjaan;  Aris  Wahyudi  sebagai  Staf  Ahli  Bidang
              Ekonomi  Ketenagakerjaan  ;  Tri  Retno  Isnaningsih  sebagai  Staf  Ahli  Bidang  Hubungan
              Internasional; dan Ruslan Irianto Simbono sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga.

              Tiga  Pejabat  Tinggi  Madya  lainnya  yang  dilantik  yakni  Indah  Anggoro  Putri  sebagai  Dirjen
              Pembinaan  Hubungan  Industrial  dan  Jaminan  Sosial  Tenaga  Kerja;  Estiarty  Haryani  sebagai
              Inspektur  Jenderal  (Irjen);  dan  Ismail  Pakaya  sebagai  Staf  Ahli  bidang  Sosial  Politik  dan
              Kebijakan Publik.

              Dalam  sambutannya,  Menaker  Ida  mengingatkan,  jabatan  Tinggi  Madya  merupakan  ujung
              tombak  yang  membantu  Menaker  untuk  merumuskan  dan  penentu  eksekusi  kebijakan  di
              lapangan,  sehingga  sangat  menentukan  keberhasilan  pelaksanaan  tugas  Kemnaker.  Pejabat
              Pimpinan Tinggi Madya sekaligus juga merupakan posisi kunci dalam sinergitas dengan unit-unit
              kerja lainnya.

              "Demi kemajuan organisasi, dengan pelantikan jabatan Pimpinan Tinggi Madya ini maka seluruh
              jajarannya  segera  dapat  bekerja  secara  maksimal,  bekerja  keras,  dan  kerja  cerdas  serta
              menghilangkan  ego-ego  unitoral  yang  bakal  menghambat  kinerja  Kemnaker  secara
              keseluruhan," kata Menaker Ida di Ruang Tri Dharma Kemnaker, Jakarta, Jumat (16/4/2021).

              "Saya tegaskan dan ingatkan bahwa tidak ada visi/misi eselon 1. Yang ada adalah visi Presiden
              yang dijabarkan melalui kebijakan-kebijakan Menteri Ketenagakerjaan," ujar Menaker Ida.

              Dengan perubahan organisasi dan jabatan pimpinan tinggi madya yang saat ini sudah terisi,
              Menaker Ida berharap Pimpinan Tinggi Madya yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dan
              melakukan konsolidasi internal. Penataan organisasi hendaknya diikuti dengan penataan personil
              pelaksana yang tepat,sehingga target-target program kerja yang sudah disusun diawal tahun
              dapat dicapai.

              Menaker  Ida  mengatakan  dalam  SOTK  Kemnaker  yang  baru  ini  ada  beberapa  perubahan
              nomenklatur,  penggabungan  dan  penghapusan  struktur  organisasi  di  level  eselon  I.  "Hal  ini
              mengharuskan Kemnaker untuk mengukuhkan kembali pejabat-pejabat eselon I yang saat ini
              sedang menjabat, "kata Menaker Ida.

              Menaker Ida juga menjelaskan ketiga pejabat yaitu Indah Anggoro Putri, Estyarti Lukita, dan
              Ismail Pakaya yang dilantik tersebut merupakan hasil seleksi jabatan Pimpinan Tinggi Madya
              yang dimulai pada tanggal 9 November 2020 - 8 Januari 2021 dan telah disampaikan kepada
              Presiden melalui Tim Penilai Akhir (TPA) di Sekretaris Kabinet hingga keluarnya SK pelantikan.
              Seluruh  proses  pengisian  jabatan  pimpinan  tinggi  madya  sudah  mendapatkan  arahan  dan
              rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
              "Saya berharap dengan dilaksanakannya proses seleksi terbuka yang ketat tersebut, Kemnaker
              telah mendapatkan SDM dengan kompetensi tepat dan terbaik untuk ditempatkan dalam jabatan
              Pimpinan Tinggi Madya yang tepat," ujar Ida Fauziyah. [hrs].

                                                           454
   450   451   452   453   454   455   456   457   458   459   460