Page 453 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 453
Menurut Anwar, UMKM perlu beralih ke dalam bentuk kewirausahaan berbasis inovasi digital
fabrication/talent hub serta memprioritaskan masyarakat yang rentan seperti pengangguran,
kelompok NEET (not in employment education training), penyandang disabilitas, pemuda dan
wanita yang membutuhkan perlindungan sosial dan insentif lebih banyak.
Dia menambahkan para era digital saat ini, terdapat peluang bagi pemerintah dalam
mengembangkan daya saing pekerja agar mampu berkarya dan menguasai dunia digital.
Hal ini diperlukan karena perkembangan digitalisasi dan dampak pandemi Covid-19 telah
menciptakan double disruption terhadap ekosistem ketenagakerjaan.
Menurut Anwar, berbagai langkah-langkah diambil pemerintah dalam memanfaatkan peluang
ini.
Pertama, mengoptimalkan partisipasi pekerja dalam era digital.
Kedua, mengikutsertakan pekerja dalam program jaminan sosial publik untuk meningkatkan
perlindungan mereka.
"Ketiga, peningkatan kompetensi secara berkelanjutan," tegasnya.
Dia menyatakan era digitalisasi juga berpengaruh terhadap situasi keselamatan dan kesehatan
kerja (K3).
Sebab, saat ini bidang ketenagakerjaan mengalami perubahan dalam kondisi, jam, serta
lingkungan kerja yang dapat menimbulkan potensi bahaya (hazard) baru K3.
Dalam menciptakan ekosistem yang kondusif serta memberikan perlindungan ketenagakerjaan,
pemerintah masih menyusun kebijakan publik, yang sejalan dengan munculnya future of work
melalui dialog sosial.
"Dengan melibatkan tripartit dalam membangun pasar kerja yang fleksibel dan menciptakan
lapangan kerja berkualitas," ucapnya.
Anwar menyampaikan dukungan Indonesia terhadap isu yang dikemukakan oleh Presidensi G20
Italia, Mr. Carmelo Barbarello, mengenai pola kerja.
Sekjen Anwar mengharapkan dari pertemuan kedua G20 Employment Working Group (EWG)
dapat memberikan kontribusi yang konkret terhadap pemulihan perekonomian melalui sektor
ketenagakerjaan.
452

