Page 459 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 459
"Demi kemajuan organisasi, dengan pelantikan jabatan Pimpinan Tinggi Madya ini maka seluruh
jajarannya segera dapat bekerja secara maksimal, bekerja keras, dan kerja cerdas serta
menghilangkan ego-ego unitoral yang bakal menghambat kinerja Kemnaker secara
keseluruhan," kata Menaker Ida dalam sambutan pelantikan 11 pejabat Pimpinan Tinggi Madya
di Kemnaker, Jakarta, Jumat (16/4/2021).
Menaker juga mengingatkan bahwa jabatan Tinggi Madya merupakan ujung tombak yang
membantu Menaker untuk merumuskan dan penentu eksekusi kebijakan di lapangan, sehingga
sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas Kemnaker. Pejabat Pimpinan Tinggi Madya
sekaligus juga merupakan posisi kunci dalam sinergitas dengan unit-unit kerja lainnya.
"Saya tegaskan dan ingatkan bahwa tidak ada visi/misi eselon 1. Yang ada adalah visi Presiden
yang dijabarkan melalui kebijakan-kebijakan Menteri Ketenagakerjaan," ujarnya.
Menurutnya, dengan perubahan organisasi dan jabatan pimpinan tinggi madya yang saat ini
sudah terisi, Menaker Ida berharap Pimpinan Tinggi Madya yang baru dilantik segera
menyesuaikan diri dan melakukan konsolidasi internal.
Selain itu, ia juga menegaskan, seharusnya penataan organisasi hendaknya diikuti dengan
penataan personil pelaksana yang tepat,sehingga target-target program kerja yang sudah
disusun diawal tahun dapat dicapai.
Lebih lanjut, Menaker menjelaskan, dalam SOTK Kemnaker yang baru ini ada beberapa
perubahan nomenklatur, penggabungan dan penghapusan struktur organisasi di level eselon I.
"Hal ini mengharuskan Kemnaker untuk mengukuhkan kembali pejabat-pejabat eselon I yang
saat ini sedang menjabat, "katanya.
Adapun ke-11 pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik yakni Anwar Sanusi sebagai
Sekretaris Jenderal; Budi Hartawan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan
Vokasi dan Produktivitas; Suhartono sebagai Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan
Perluasan Kesempatan Kerja; Haiyani Rumondang sebagai Dirjen Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja (Binwasnaker & K3).
Selanjutnya, Bambang Satrio Lelono sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan
Ketenagakerjaan; Aris Wahyudi sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan ; Tri Retno
Isnaningsih sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional; dan Ruslan Irianto Simbono
sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga.
Lalu, tiga Pejabat Tinggi Madya lainnya yang dilantik yakni Indah Anggoro Putri sebagai Dirjen
Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja; Estiarty Haryani sebagai
Inspektur Jenderal (Irjen); dan Ismail Pakaya sebagai Staf Ahli bidang Sosial Politik dan
Kebijakan Publik.
Untuk ketiga pejabat yaitu Indah Anggoro Putri, Estyarti Lukita, dan Ismail Pakaya yang dilantik
tersebut merupakan hasil seleksi jabatan Pimpinan Tinggi Madya yang dimulai pada tanggal 9
November 2020 - 8 Januari 2021 dan telah disampaikan kepada Presiden melalui Tim Penilai
Akhir (TPA) di Sekretaris Kabinet hingga keluarnya SK pelantikan.
Dimana seluruh proses pengisian jabatan pimpinan tinggi madya sudah mendapatkan arahan
dan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
"Saya berharap dengan dilaksanakannya proses seleksi terbuka yang ketat tersebut, Kemnaker
telah mendapatkan SDM dengan kompetensi tepat dan terbaik untuk ditempatkan dalam jabatan
Pimpinan Tinggi Madya yang tepat," pungkasnya.
458

