Page 480 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 480

Sementara  itu,  pemerintah  pusat  meminta  perusahaan  membayar  THR  bagi  pekerja  secara
              penuh sebelum Lebaran, selambat-lambatnya tujuh hari sebelum Hari Raya.
              Kebijakan  tersebut  tertuang  dalam  Surat  Edaran  (SE)  Menteri  Ketenagakerjaan  (Menaker)
              Republik Indonesia (RI) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

              Pemerintah pusat juga meminta agar perusahaan tidak memberikan THR dengan cara mencicil
              atau menunda. Diharapkan, pemberian THR secara penuh kepada pekerja dapat meningkatkan
              daya beli masyarakat.

              Menurut  Taufik,  perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemi  Covid-19  dan  belum  mampu
              membayar  THR,  harus  membuktikan  ketidakmampuannya  kepada  pekerja  melalui  laporan
              keuangan yang transparan.

              "Dialog antara perusahaan dan pekerja dapat menjadi salah satu solusi bagi perusahaan yang
              tidak mampu memberikan THR," katanya.

              Pemprov Jabar, lanjut Taufik, akan menjadi penengah dalam dialog tersebut untuk mencapai
              kesepakatan.

              Ia  mengungkapkan,  keringanan  yang  dapat  ditolelir  sesuai  SE Menaker hanya  perihal  waktu
              pembayaran saja.

              Sementara itu, mengenai besaran THR, semua perusahaan di Indonesia wajib membayar sesuai
              dengan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 6 Tahun 2016 tentang THR
              Keagamaan bagi pekerja atau buruh di perusahaan.

              Adapun  untuk  memberikan  layanan  pengaduan  dalam  pelaksanaan  pembayaran  THR,
              Disnakertrans Jabar akan mendirikan Layanan Posko Pengaduan THR di Kantor Dinas Tenaga
              Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No. 532 Bandung.

              Selain itu, posko pengaduan juga akan didirikan di beberapa titik lainnya, yakni Unit Pelaksana
              Teknis  Daerah  (  UPTD  )  Pengawas  Ketenagakerjaan  (Wasnaker)  Wilayah  I  Bogor,  UPTD
              Wasnaker Wilayah II Karawang, dan UPTD Wasnaker Wilayah III Cirebon.

              Selanjutnya, posko pengaduan juga akan didirikan di UPTD Wasnaker Wilayah IV Bandung dan
              UPTD Wasnaker Wilayah V Tasikmalaya.

              Tidak hanya dapat melapor melalui posko, namuin masyarakat juga dapat melapor melalui Hot
              Line dengan menghubungi nomor 0811-2121-444.























                                                           479
   475   476   477   478   479   480   481   482   483   484   485