Page 482 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 482

Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 berisi tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di perusahaan.
              SE Pelaksanaan THR ditujukan kepada para gubernur di seluruh Indonesia.

              Menurut Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, THR wajib dibayarkan penuh kepada pekerja
              dan buruh.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja /buruh, " kata Menaker Ida pada Virtual Konferensi Pers tentang THR Tahun
              2021 di Jakarta, Senin (12/4/2021).

              Lebih lanjut, Ida menambahkan pemberian THR Keagamaan bagi pekerja /buruh merupakan
              upaya untuk memenuhi kebutuhan pekerja /buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya
              keagamaan.
              "Secara khusus, dalam masa pemulihan ekonomi ini, THR tentu dapat menstimulus konsumsi
              masyarkat yang mendorong pertumbuhan ekonomi," ungkapnya.

              Dalam  surat  edaran  tersebut,  Menaker  Ida  menyatakan,  SE  pelaksanaan  THR  berdasarkan
              Peraturan  Pemerintah  Nomor  36  Tahun  2021  tentang  Pengupahan  dan  Peraturan  Menteri
              Ketenagakerjaan  Nomor  6  Tahun  2016  tentang  Tunjangan  Hari  Raya  Keagamaan  bagi
              Pekerja/Buruh di Perusahaan.

              Sanksi Pelanggaran Pembayaran THR Keagamaan Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-
              undangan terkait denda, pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan pada pekerja
              /buruh dikenai denda sebesar 5% dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas
              waktu kewajiban pengusaha untuk membayar.

              Pengenaan denda tersebut, tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk tetap membayar
              THR keagamaan kepada pekerja /buruh.

              Sementara itu, pengusaha yang tidak membayar THR keagamaan kepada pekerja /buruh dalam
              waktu yang ditentukan, paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan dikenakan sanksi
              administratif.

              Sanksi administratif sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan
              yakni Pasal 9 ayat 1 dan ayat 2 dan Permenaker 6 tahun 2016, di antaranya - Teguran tertulis -
              Pembatasan  kegiatan  usaha  -  Penghentian  sementara  sebagian  atau  seluruh  alat  produksi  -
              Pembekuan  kegiatan  usaha  Pengenaan  sanksi  administratif  tidak  menghilangkan  kewajiban
              pengusaha atas denda keterlambatan membayar THR keagamaan sebagaimana diatur dalam
              peraturan perundang - undangan.

              "Pengusaha yang tidak membayar THR keagamaan dikenai sanksi administratif berupa, teguran
              tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,  penghentian  sementara  sebagian  atau  seluruh  alat
              produksi dan pembekuan kegiatan usaha,' jelas Menaker Ida.

              Lebih lanjut, Ida mengatakan, pada tahun 2020 pemerintah telah memberikan kelonggaran bagi
              perusahaan yang tidak mampu membayar THR keagamaan pada waktu yang ditentukan sesuai
              ketentuan perundang - undangan.

              Yakni agar melakukan dialog antara pengusaha dan pekerja dengan menyepakati pembayaran
              THR yang pada waktu itu dilakukan secara bertahap.

              Hal ini tertuang dalam SE Menaker Nomor 6 Tahun 2020.



                                                           481
   477   478   479   480   481   482   483   484   485   486   487