Page 506 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 506

Dalam  pasal  2  dijelaskan,  pengusaha  diwajibkan  untuk  memberi  THR  Keagamaan  kepada
              pekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 (satu) bulan atau lebih secara terus-menerus.
              Peraturan ini tidak membedakan status pekerja apakah telah menjadi karyawan tetap, karyawan
              kontrak atau karyawan paruh waktu Selain itu, dalam pasal 7 disebutkan bahwa pekerja /buruh
              yang  mengalami  PHK  terhitung  sejak  H-30  hari  sebelum  hari  raya  keagamaan  juga  berhak
              menerima THR.

              Pasal 8 juga disebutkan bahwa pekerja buruh yang dipindahke ke perusahaan lain dengan masa
              kerja berlanjut, juga berhak atas THR pada perusahaan yang baru apabila dari perusahaan yang
              lama belum mendapatkan THR.

              Perhitungan  Besaran  THR  Dalam  SE  tersebut,  ketentuan  besaran  THR  Keagamaan  yang
              diberikan  yakni:  -  Bagi  pekerja  -buruh  yang  mempunyai  masa  kerja  12  bulan  secara  terus
              menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah.

              - Bagi pekerja atau butuh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus
              tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan: (Masa
              kerja : 12) x 1 bulan upah - Bagi pekerja / buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja
              harian, upah 1 bulan dihitung sebagai berikut:

              a. Pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau lebih, upah 1 bulan dihitung
              berdasarkan rata-rata upah yang diterima dalam 12 bulan terakhir sebelum hari raya keagamaan.

              b. Pekerja/buruh yang telah mmpunyai masa kerja kurang dari 12 bulan, upah 1 bulan dihitung
              berdasarkan rata-rata upah yang diterima tiap bulan selama masa kerja.












































                                                           505
   501   502   503   504   505   506   507   508   509   510   511