Page 508 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 508

Hal  tersebut  dikemukakan  Ida  Fauziyah  saat  menerima  direksi  BPJS  Kesehatan  di  Kantor
              Kementerian Ketenagakerjaan, seperti dikutip melalui keterangan resmi, Jumat (16/4/2021).
              "Dalam persiapan pelaksanaan program JKP, dibutuhkan sinergi yang intens antara Kementerian
              Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan. Salah satu yang menjadi fokus adalah integrasi data
              kepesertaan yang diintegrasikan dengan Sisnaker," kata Ida.

              Ida menjelaskan proses integrasi data kepesertaan pekerja yang termasuk dalam program JKP
              antara BPJS Kesehatan dengan BPJS Ketenagakerjaan hanya diberi waktu 6 bulan.

              Dengan integrasi data ini, nantinya bisa saja ada peningkatan dan penurunan jumlah peserta
              yang masuk ke dalam program JKP.

              "Oleh  karena  itu,  pemerintah  terus  melakukan  kolaborasi  dengan  berbagai  pihak  dalam
              persiapan  pelaksanaan  JKP  ini.  Kita  terus  melakukan  sinergi dengan  BPJS  Kesehatan  karena
              penerima program JKP adalah mereka yang menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional," kata
              Ida.

              Ida  mengatakan  program  JKP  merupakan  salah  satu  bentuk  perlindungan  pemerintah  bagi
              pekerja yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Adapun bentuk manfaat bagi penerima
              program JKP berupa uang tunai, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja.

              "Yang  pasti,  agar  program  JKP  dapat  berjalan  optimal  dan  tepat  sasaran,  kita  harus
              mengintegrasikan data kepesertaan dari BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan dan Sisnaker,"
              kata Menaker Ida.

              Direktur  Utama  BPJS  Kesehatan,  Ali  Ghufron  Mukti,  mengatakan,  perusahaan  segera
              menindaklanjuti sinkronisasi data kepesertaan yang telah disampaikan Menteri Ketenagakerjaan,
              terutama persiapan pelaksanaan program JKP.
              "Dengan  senang  hati  nanti  kita  bentuk  tim  untuk  lebih  teknis,  untuk  bisa  menyelesaikan
              beberapa hal, termasuk kepesertaan program JKP" kata Ali.

              Ali  mengemukakan,  selama  ini  program  JKN-KIS  belum  sepenuhnya  berjalan  sebagaimana
              mestinya, terutama masih sering ditemui ketidakpatuhan dari badan usaha atau pemberi kerja
              dalam memberikan jaminan kesehatan bagi pekerjanya.

              Ali  mengatakan,  ketidakapatuhan  dari  badan  usaha  antara  lain  dalam  hal  ketidakpatuhan
              pendaftaran  dan  ketidakpatuhan  penerimaan  piutang.  Ketidakpatuhan  itu  berdampak  pada
              produktivitas dan produksi badan usaha, dan akhirnya berdampak pada JKN-KIS.
























                                                           507
   503   504   505   506   507   508   509   510   511   512   513