Page 377 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 JUNI 2021
P. 377

DISNAKER KOTA MALANG SEBUT IZIN BLK PT CKS TAK PENUHI SYARAT

              MALANG - Dinas Ketenagakerjaan dan Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP)
              Kota Malang bergerak cepat melakukan assesmen atas kejadian yang atau pekerja migran di
              Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta.

              Seperti diketahui, kelima TKW itu nekat kabur dari lantai 4 gedung hingga akhirnya terjatuh dari
              ketinggian sekira 10-15 meter pada Rabu (9/6/2021) malam. Alasannya, mereka tak kuat dengan
              sistem pelatihan yang ketat dan diduga eksploitatif.

              Plt Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang, Erik Setyo Santoso terkait hal ini juga berpendapat
              yang sama, bahwa PT CKS, secara administrasi perizinan belum memenuhi sejumlah ketentuan.

              Operasional  BLK-LN  atau  LPK  (Lembaga  Pelatihan  Kerja)  PT  Central  Karya  Semesta  (CKS)
              berdasarkan izin nomor: 566/LA-LPK/I/2017, lalu nomor: 259/LA-LPK/I/2019, serta izin nomor:
              260/LA-LPK/2019.

              ''Memang  belum  berizin.  Hingga  saat  ini,  BLK  LN  PT  CKS  masih  dalam  tahap  pengajuan  ke
              Disnaker  untuk  penambahan  satu  program  pelatihan  kerja,''  jelasnya  pada  reporter
              Tugumalang.id, Kamis (10/6/2021) malam.

              Erik menambahkan, setiap pelatihan kerja di LPK/BLK harus sesuai dengan ijin program pelatihan
              yang diselenggarakan. Setiap penambahan program pelatihan, harus memperbarui ijin LPK.

              Terlepas dari hal itu, pria yang juga kini menjabat sebagai Sekda Kota Malang itu membenarkan
              jika kaburnya para calon pekerja imigran yang dilatih disana kerap kabur. Selama ini, alasan
              kaburnya para TKW ada beragam macam alasan.

              ''Khusus untuk kali ini, terkait kebenaran pengakuan korban soal eksploitasi dan penelantaran
              Calon PMI masih dalam pendalaman pihak-pihak berwenang,'' ungkapnya.

              Namun, dari hasil assesmen timnya terhadap pihak PT CKS bilang kalau manajemen tidak pernah
              merasa  ada  permasalahan  dengan  calon  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI).  Meski  demikian,
              sejumlah  fakta  mulai  mencuat  sehingga  pihak  Disnaker  masih  akan  terus  follow  up  ikut
              mendalami kasus ini.

              ''Kami bersama berbagai pihak seperti Pengawasan Ketenagakerjaan, BP2MI dan UPT. P2TKI
              Jawa Timur akan mendalami kasus ini lagi,'' tegasnya.

              Dalam hal ini, pihaknya akan kembali memeriksa sejumlah aspek perizinannya seperti legalitas
              izin usaha, keabsahan, syarat dan ketentuan sebagai lembaga atau penyedia tenaga kerja.

              Jika  hal  ini  terbukti  benar,  lanjut  Erik  memang  ada  konsekuensi  yang  harus  dibayar.  Yaitu
              pembekuan lembaga tersebut sebagai penyalur tenaga kerja.

              "Intinya PT CKS belum memenuhi persyaratan perizinan. Tapi kami belum dapat menyimpulkan.
              Kami juga harus tunggu hasil pemeriksaan polisi dan melakukan investigasi lebih dalam lagi,''
              pungkasnya.












                                                           376
   372   373   374   375   376   377   378   379   380   381   382