Page 128 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 APRIL 2021
P. 128

PERUSAHAAN OTOBUS BINGUNG BAYAR THR AWAK BUS GARA-GARA LARANGAN
              MUDIK LEBARAN
              WARTAKOTALIVE.COM,  CIRACAS  -  Larangan  mudik  Lebaran  dari  pemerintah  membuat
              perusahaan otobus (PO) di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, kesulitan membayar
              Tunjangan Hari Raya (THR) awak bus.

              Seorang perwakilan PO di Terminal Kampung Rambutan, Tatang mengaku kebingungan mencari
              cara agar dapat membayarkan THR bagi para awak busnya.

              "Tadinya berharap masih bisa untung sebelum larangan mudik, tapi sekarang ada pengetatan,
              jadi bingung," kata Tatang, Minggu (25/4/2021).

              Ketika larangan mudik diterapkan pada Idul Fitri 1441 Hijriah tahun 2020, PO terpaksa membayar
              THR ala kadarnya kepada para awak bus karena pemasukan minim.
              "Tahun ini sih tetap ngasih THR dan bingkisan sembako ke awak, tapi besarnya berapa yang
              belum tahu. Ucapan terima kasih kita (PO) ke awak yang selama ini bekerja," ujarnya.

              Penghasilan awak bus ini tergantung dari jumlah penumpang yang dibawa dalam satu bus dan
              rute perjalanan setiap harinya.

              Hanya segelintir PO membayar awak mereka dengan gaji bulanan.
              "Sebelum ada pengetatan saja satu bus rata-rata isinya cuman lima penumpang, kadang malah
              satu atau dua," katanya.

              Tatang mengatakan, dampak pengetatan syarat keberangkatan penumpang sudah terasa pada
              Jumat (23/4/2021).

              Beberapa penumpang yang sudah pesan tiket membatalkan perjalanannya.
              "Katanya takut di jalan dicegat petugas enggak sampai kampung," kata Tatang.

              Pembatalan keberangkatan itu disinyalir karena pemerintah dianggap mempercepat larangan
              mudik.

              Mereka juga khawatir dengan informasi di media bahwa petugas melakukan penyekatan.

              "Penumpang yang membatalkan keberangkatan itu tujuan keberangkatan Sumatera. Kalau rute
              ke Jawa nggak ada membatalkan keberangkatan," ujarnya.


              Sebelumnya  pemerintah  mengeluarkan  adendum  SE  Satgas  Covid-19  Nomor  13  tahun  2021
              tentang pengetatan persyaratan Pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN).

              Pengetatan mobilitas dilakukan pada periode menjelang larangan mudik Lebaran yakni 22 April
              2021-5 Mei 2021.

              Serta pascalarangan mudik berlaku pada 18 Mei 2021-24 Mei 2021.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah secara resmi membentuk Pos
              Komando (Posko) Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan tahun 2021.

              Posko bertujuan untuk menampung aduan para perkerja soal pelaksanaan pembayaran THR
              hingga pelayanan informasi dan konsultasi.

              Menurut Ida, posko ini hadir sebagai satu bentuk fasilitas pemerintah agar pembayaran THR
              pekerja benar-benar bisa dilaksanakan.

                                                           127
   123   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133